Sabtu, 18 Mei 2013
Selamat Datang   |    Register   |  

Bikin Ponsel Dual SIM, HTC Menguntit Ponsel China?

Dibaca:
Komentar :
HTC

HTC Desire C

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk membuat diferensiasi pasar, vendor HTC membuat smartphone dengan dual kartu SIM (GSM-CDMA). Namun, keinginan memproduksi ponsel tersebut justru terkenan mengikuti langkah vendor ponsel China.

Head of Product Marketing HTC Indonesia, Samudro Seto menjelaskan keinginan HTC untuk memproduksi ponsel dengan dual kartu SIM (GSM-CDMA) bukan karena ikut-ikutan pasar, khususnya vendor ponsel China. Tapi lebih kepada memberi pilihan ponsel dengan dual kartu SIM, khususnya di pasar smartphone.

"Pasar ponsel dual kartu SIM (GSM-CDMA) sangat kecil sekali, apalagi di smartphone. Jadi pertimbangannya bukan hanya bisnis, tapi lebih kepada memenuhi kebutuhan konsumen yang kesulitan mencari smartphone dual kartu SIM," kata Samudro saat Media Rountable di kantor HTC Plaza Semanggi Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Berdasarkan riset dari GfK, sekitar 90 persen perangkat ponsel dengan dual kartu SIM (GSM-CDMA) merupakan ponsel yang dijual seharga kurang dari Rp 1 juta.

Dengan alasan diferensiasi, HTC masuk sebagai vendor smartphone yang tetap menawarkan ponsel dual kartu SIM (GSM-CDMA). Selain itu, HTC menambahkan fitur-fitur dan nilai lebih (value added) yang tidak ada di ponsel China.

"Kami tidak memposisikan diri dan langsung bersaing dengan vendor ponsel low end. Tapi lebih menyasar kalangan high end yang sadar fitur dan value," tambahnya.

Hingga saat ini, HTC memang sedang fokus untuk menciptakan kesadaran konsumen (awareness) dan membangun kepercayaan (build the trust) tentang merek HTC. Vendor asal Taiwan ini sebenarnya juga memiliki pangsa pasar yang relatif besar, khususnya di Amerika Serikat.

"Kami ingin dianggap sebagai global brand, bukan brand China. Kami hanya akan menjual perangkat di atas Rp 2 juta," jelasnya.

Dengan positioning tersebut, sudah jelas bahwa HTC hanya ingin menjadi vendor smartphone menengah ke atas. Jika harus menurunkan harga agar bisa bersaing dengan vendor ponsel China, maka kualitas ponsel akan turun.

"Kalau spesifikasi turun, apa bedanya dengan vendor ponsel China. Untung saja ponsel ini tidak dilengkapi dengan fitur televisi yang menjadi andalan vendor ponsel China," candanya.

 

TERBARU
Gadget
Sabtu, 18 Mei 2013 16.27 WIB
Juni, BlackBerry Q10 Meluncur di Indonesia
Software
Sabtu, 18 Mei 2013 14.54 WIB
Kiprah Perempuan Pemimpin Teknologi di Google
e-Business
Sabtu, 18 Mei 2013 14.32 WIB
Nintendo Mencari Untung dari Pengguna Video
Gadget
Sabtu, 18 Mei 2013 13.27 WIB
Seperti iPhone, iPad Juga Bisa BBM-an?
Internet
Sabtu, 18 Mei 2013 12.52 WIB
Napi Rusia Kalahkan Napi AS Lewat Skype
TERPOPULER
Kamis, 16 Mei 2013 11.48 WIB
BBM di Android dan iOS, Apa Guna BlackBerry?
Rabu, 15 Mei 2013 17.53 WIB
Kapan BBM Sambangi Android dan iPhone?
Kamis, 16 Mei 2013 17.58 WIB
Kesan Pertama Menjajal BlackBerry Q5
Jumat, 17 Mei 2013 17.19 WIB
Microsoft Ejek Google di Parodi Iklan Chrome
Rabu, 15 Mei 2013 15.03 WIB
Dua Xperia Harga "Sedang" Hadir di Indonesia
Jumat, 17 Mei 2013 16.00 WIB
Sitra Wimax Hentikan Layanan Internet
Kamis, 16 Mei 2013 11.21 WIB
Bill Gates Ingin seperti Steve Jobs
Rabu, 15 Mei 2013 12.09 WIB
Bos BlackBerry: Saatnya BBM Berdiri Sendiri
Kamis, 16 Mei 2013 13.39 WIB
Kapan BlackBerry Q5 Masuk Indonesia?