Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |    Register   |  

Bikin Ponsel Dual SIM, HTC Menguntit Ponsel China?

Dibaca:
Komentar :
HTC

HTC Desire C

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk membuat diferensiasi pasar, vendor HTC membuat smartphone dengan dual kartu SIM (GSM-CDMA). Namun, keinginan memproduksi ponsel tersebut justru terkenan mengikuti langkah vendor ponsel China.

Head of Product Marketing HTC Indonesia, Samudro Seto menjelaskan keinginan HTC untuk memproduksi ponsel dengan dual kartu SIM (GSM-CDMA) bukan karena ikut-ikutan pasar, khususnya vendor ponsel China. Tapi lebih kepada memberi pilihan ponsel dengan dual kartu SIM, khususnya di pasar smartphone.

"Pasar ponsel dual kartu SIM (GSM-CDMA) sangat kecil sekali, apalagi di smartphone. Jadi pertimbangannya bukan hanya bisnis, tapi lebih kepada memenuhi kebutuhan konsumen yang kesulitan mencari smartphone dual kartu SIM," kata Samudro saat Media Rountable di kantor HTC Plaza Semanggi Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Berdasarkan riset dari GfK, sekitar 90 persen perangkat ponsel dengan dual kartu SIM (GSM-CDMA) merupakan ponsel yang dijual seharga kurang dari Rp 1 juta.

Dengan alasan diferensiasi, HTC masuk sebagai vendor smartphone yang tetap menawarkan ponsel dual kartu SIM (GSM-CDMA). Selain itu, HTC menambahkan fitur-fitur dan nilai lebih (value added) yang tidak ada di ponsel China.

"Kami tidak memposisikan diri dan langsung bersaing dengan vendor ponsel low end. Tapi lebih menyasar kalangan high end yang sadar fitur dan value," tambahnya.

Hingga saat ini, HTC memang sedang fokus untuk menciptakan kesadaran konsumen (awareness) dan membangun kepercayaan (build the trust) tentang merek HTC. Vendor asal Taiwan ini sebenarnya juga memiliki pangsa pasar yang relatif besar, khususnya di Amerika Serikat.

"Kami ingin dianggap sebagai global brand, bukan brand China. Kami hanya akan menjual perangkat di atas Rp 2 juta," jelasnya.

Dengan positioning tersebut, sudah jelas bahwa HTC hanya ingin menjadi vendor smartphone menengah ke atas. Jika harus menurunkan harga agar bisa bersaing dengan vendor ponsel China, maka kualitas ponsel akan turun.

"Kalau spesifikasi turun, apa bedanya dengan vendor ponsel China. Untung saja ponsel ini tidak dilengkapi dengan fitur televisi yang menjadi andalan vendor ponsel China," candanya.

 

TERBARU
Software
Senin, 20 Mei 2013 10.32 WIB
Game Horor Bandung Sukses Galang Rp 250 Juta
Gadget
Senin, 20 Mei 2013 09.58 WIB
"Iron Man" Bisa Isi Baterai Gadget
Gadget
Senin, 20 Mei 2013 09.50 WIB
Hoki Angka Delapan dalam Bisnis
Internet
Gadget
Senin, 20 Mei 2013 08.33 WIB
Android 4.3 Perdana di Nexus 4 "Bule"?
TERPOPULER
Sabtu, 18 Mei 2013 17.46 WIB
YouTube Bakal Bebas "Buffering"
Minggu, 19 Mei 2013 15.13 WIB
iPhone 5 Meledak di Bangkok
Minggu, 19 Mei 2013 14.18 WIB
Penyesalan Intel Menolak Tawaran Apple
Jumat, 17 Mei 2013 17.19 WIB
Microsoft Ejek Google di Parodi Iklan Chrome
Jumat, 17 Mei 2013 16.00 WIB
Sitra Wimax Hentikan Layanan Internet
Sabtu, 18 Mei 2013 11.28 WIB
Bill Gates Rebut Gelar Orang Terkaya di Dunia
Jumat, 17 Mei 2013 13.21 WIB
Terobosan Google untuk Mengubah Dunia
Sabtu, 18 Mei 2013 13.27 WIB
Seperti iPhone, iPad Juga Bisa BBM-an?