Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |    Register   |  

Gara-gara Surface, Partner Microsoft Merasa Dikhianati

Dibaca:
Komentar :

KOMPAS.com Selubung kerahasiaan yang melingkupi tablet Surface dijaga ketat dan hanya disingkap kepada para rekanan hardware Microsoft beberapa hari menjelang pengumuman tentang perangkat tablet tersebut. Acer dan Asustek Computer Inc bahkan tidak mengetahui perihal tablet Microsoft Surface hingga saat pengumumannya pada Senin (18/6/2012) minggu lalu.

Akibatnya, menurut sebuah sumber yang dikutip oleh Reuters, Microsoft terkesan "mengkhianati" industri hardware. "Keputusan Microsoft memasuki pasar hardware memang telah lama menjadi poin perdebatan antara OEM (original equipment manufacturer atau rekanan pembuat hardware) dan Microsoft," ujar sumber lainnya.

Langkah Microsoft mengembangkan perangkat tablet buatannya sendiri telah menempatkan raksasa software tersebut sebagai kompetitor dari rekanan-rekanannya, para produsen hardware.

Hal tersebut disinyalir bisa mendatangkan sentimen negatif dari para rekanan. "Strategi ini berpotensi memengaruhi keinginan para partner untuk bekerja sama erat dengan Microsoft karena mereka kini akan melihatnya sebagai kompetitor selain partner," ujar Andew Milroy, Wakil Presiden ICT Research untuk wilayah Asia-Pasifik, seperti dikutip oleh Reuters.

Berlawanan dengan kebiasaan Microsoft bekerja sama dengan rekanan-rekanan perangkat keras (hardware) dalam menguji tiap produk baru, tablet Surface dikembangkan secara rahasia oleh Microsoft.

Posisi Microsoft sebagai kompetitor langsung juga mematahkan model lisensi yang telah berjalan selama 37 tahun. Sebagai informasi, Microsoft melisensikan software buatannya kepada rekanan OEM, seperti Dell atau Hewlett Packard Co (HP), yang membuat perangkat keras.

Dell dan HP bersama beberapa rekanan Microsoft lainnya telah menyatakan kesediaan untuk tetap memproduksi perangkat Windows 8 (termasuk tablet) walaupun Microsoft sudah memiliki tablet sendiri.

"Yang menjadi pertanyaan besar adalah, apakah Microsoft akan memperkenalkan harga perdana yang dirancang untuk memancing pasar atau langsung menarik keuntungan penuh dari perangkat tersebut," ujar Jan Dawson, kepala analis telko di lembaga riset telekomunikasi Ovum, New York. "Kalau harganya ternyata lebih rendah dari yang bisa ditetapkan oleh OEM, Microsoft berisiko mengasingkan para rekanannya lebih jauh."

 

 

TERBARU
Internet
Selasa, 21 Mei 2013 13.52 WIB
Yahoo Jepang Sempat "Diintip" Peretas
Software
Selasa, 21 Mei 2013 12.50 WIB
Samsung Gelar Kompetisi Rp 7,8 Miliar
Internet
Selasa, 21 Mei 2013 10.19 WIB
Dibeli Yahoo, Tumblr Janji Tak Berubah
Software
Selasa, 21 Mei 2013 08.40 WIB
Itsdagram, "Jembatan" Instagram di Windows Phone
Internet
Selasa, 21 Mei 2013 07.47 WIB
Flickr Kini Tawarkan Kapasitas 1 Terabyte
TERPOPULER
Sabtu, 18 Mei 2013 17.46 WIB
YouTube Bakal Bebas "Buffering"
Minggu, 19 Mei 2013 15.13 WIB
iPhone 5 Meledak di Bangkok
Minggu, 19 Mei 2013 14.18 WIB
Penyesalan Intel Menolak Tawaran Apple
Sabtu, 18 Mei 2013 13.27 WIB
Seperti iPhone, iPad Juga Bisa BBM-an?
Senin, 20 Mei 2013 15.07 WIB
FBI Bisa Intip Isi "E-Mail" Seenaknya
Sabtu, 18 Mei 2013 11.28 WIB
Bill Gates Rebut Gelar Orang Terkaya di Dunia
Senin, 20 Mei 2013 09.58 WIB
"Iron Man" Bisa Isi Baterai Gadget
Senin, 20 Mei 2013 16.03 WIB
Galaxy S4 Dinobatkan Paling "Hijau"