Media Sosial, Ancaman bagi Media 'Mainstream'?

Dibaca:
Komentar :
Didik Purwanto/KOMPAS.com

CEO Kelompok Kompas Gramedia (KKG)Agung Adiprasetyo memberikan pemaparan bersama Corporate Secretary MNC Arya Mahendra, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, Pemimpin Redaksi Detikcom Budiono Darsono dan Chief Editor Plaza MSN Wicaksono saat diskusi "Media Literasi Para Era Digital, Kontradiksi antara Jurnalisme dan Sosial Media oleh Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) di Hotel Pullman Thamrin Jakarta, Kamis (12/7/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Media mainstream atau konvensional saat ini menghadapi tantangan dari media sosial (social media). Kecepatan informasi dari media sosial biasanya lebih cepat dibandingkan dengan media mainstream, seperti koran, televisi, dan radio.

CEO Kelompok Kompas Gramedia, Agung Adiprasetyo menjelaskan masyarakat saat ini menginginkan informasi yang lebih dinamis, interaktif, dan ingin tahu lebih banyak dari yang disediakan oleh media mainstream.

"Dulu informasi bersifat pasif. Pengusaha media menggelontorkan informasi hanya satu arah. Sekarang konsumen tidak mau seperti itu, harus lebih interaktif seperti di social media," kata Agung saat diskusi "Media Literasi Para Era Digital, Kontradiksi antara Jurnalisme dan Sosial Media oleh Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) di Hotel Pullman Thamrin Jakarta, Kamis (12/7/2012).

Dengan keinginan masyarakat menginginkan informasi yang semakin beragam, bahkan harus lebih cepat dibanding media sosial (baik Facebook maupun Twitter), maka pengusaha media harus menyesuaikan bisnis media mainstream dengan media sosial.

Penyesuaian tersebut dilakukan dengan cara membuat media mainstream menjadi lebih interaktif, lebih instan (dengan kecepatan tanpa mengorban akurasi), lebih mudah diproses (didistribusikan melalui media sosial), dan lebih bervariasi (diperkaya dengan gambar foto dan warna).

"Kita tidak bisa melawan arus dengan adanya social media ini. Justru dengan social media tersebut, kita dituntut harus lebih kreatif untuk menciptakan konten yang berkualitas," tambahnya.

Sebenarnya, kata Agung, tidak ada gunanya untuk memperdebatkan apakah bisnis media cetak atau media mainstream lainnya akan mati dengan adanya media sosial. Karena dua jenis media ini harus saling melengkapi untuk saling memberikan informasi kepada masyarakat.

Pemimpin Redaksi Detikcom, Budiono Darsono menambahkan pihaknya tidak mengingkari bahwa media sosial akan menjadi ancaman bagi media mainstream.

"Namun social media akan menjadi ancaman atau tidak, itu tergantung media mainstream-nya. Justru seharusnya social media harus dipakai untuk memperkuat media mainstream," kata Budi.

Selama ini kekuatan media mainstream adalah kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan oleh jurnalis. Sedangkan, media sosial adalah sebuah jejaring sosial yang sistemnya seperti percakapan biasa.

"Di sini social media perlu konfirmasi untuk kebenaran berita atau informasi yang ditulisnya," tambah Budi.

Chief Editor PlazaMSN, Wicaksono menambahkan media mainstream tidak akan dilepaskan dari perkembangan internet. Selama ini internet menjadi sumber informasi apapun dari masyarakat di seluruh dunia.

"Ini perkembangan zaman yang harus diantisipasi oleh media mainstream. Bagaimanapun content is the king. But distribution (melalui social media) is the Kingkong. Artinya harus ada simbiosis mutualisme agar bisa saling mendukung agar bisnis mainstream tidak mati," jelas Wicaksono.

 

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Gadget
Rabu, 19 Juni 2013 17.05 WIB
Inikah Wujud iPhone 5S?
Internet
Rabu, 19 Juni 2013 16.42 WIB
Facebook Punya 1 Juta Pengiklan Aktif
Gadget
Rabu, 19 Juni 2013 15.02 WIB
Penerus Sony RX100 Dilengkapi Layar Fleksibel?
Gadget
Hardware
Rabu, 19 Juni 2013 13.32 WIB
Intel "Haswell-E" Usung 8 Inti Prosesor?
TERPOPULER
Selasa, 18 Juni 2013 11.09 WIB
Pakai Android, Nokia Bisa "Berbahaya"
Senin, 17 Juni 2013 14.59 WIB
Inikah Kamera "Mirrorless" Android dari Samsung?
Minggu, 16 Juni 2013 15.05 WIB
Galaxy S4 dan iPhone 5 Mengalami Siksaan
Minggu, 16 Juni 2013 09.45 WIB
WhatsApp Cetak Rekor Pengiriman Pesan
Senin, 17 Juni 2013 15.58 WIB
Ponsel Quad-core Andromax V Dipesan Seribu Unit
Minggu, 16 Juni 2013 08.46 WIB
HTC One Diburu Pengunjung Pameran
Senin, 17 Juni 2013 10.27 WIB
Ramadan, Arab Saudi Mau Blokir WhatsApp
Senin, 17 Juni 2013 09.42 WIB
Galaxy S5 Bakal Tampil Beda?