Yahoo Voices Bobol, Ada Ratusan Korban dari Indonesia

Dibaca:
Komentar :
colgate.edu

ilustrasi

KOMPAS.com — Setidaknya 400-an akun asal Indonesia ikut menjadi korban bobolnya Yahoo Voices. Hal itu diungkapkan oleh Alfons Tanujaya, analis antivirus Vaksincom.

"Menurut pantauan Vaksincom, lebih dari 475 akun Yahoo Voices berasal dari Indonesia dan informasi kredensial ini dipaparkan dengan jelas di internet," tuturnya.

Alfons mengatakan, dari 475 akun yang diduga berasal dari Indonesia, sebanyak 405-nya adalah akun dengan akhiran yahoo.co.id.

Sedangkan sisanya, Alfons menyebutkan, adalah akun e-mail yang terdaftar di beberapa penyelenggara jasa internet lokal, termasuk CBN, Telkom.net, Plasa, Centrin, Indosat, dan Radnet.

Alfons mengatakan, kasus ini murni kesalahan dari pengelola Yahoo Voices. Pengguna yang rajin ganti password sebelum kejadian ini pun tetap terkena risiko.

Selain itu, ia mengatakan, kasus ini menggarisbawahi risiko dari sistem "satu akun untuk semua". Bayangkan jika akun Yahoo Voices yang bobol juga bisa dipakai untuk Yahoo Mail, Messenger, dan lainnya.

Alfons menyarankan agar pengguna memiliki e-mail cadangan yang bisa digunakan untuk reset password. "Kalau bisa penyedia e-mail cadangan tersebut memiliki domisili di Indonesia," ujarnya.

Perlu ditegaskan bahwa yang terkena dampak adalah pengguna layanan Yahoo Voices, yaitu semacam jaringan kontributor Yahoo. Ini berbeda dengan Yahoo Voice yang merupakan layanan komunikasi via internet ala Skype.

 

TERBARU
Internet
Selasa, 22 Juli 2014 13.24 WIB
Ini Akun Instagram Si Cantik Sabina Altynbekova
Internet
Selasa, 22 Juli 2014 12.58 WIB
Tren Bergeser, Google Tetap Raup Untung
Internet
Software
e-Business
Selasa, 22 Juli 2014 09.05 WIB
Ratusan Manajer Samsung Kembalikan Bonus
TERPOPULER
Rabu, 16 Juli 2014 16.28 WIB
Pengguna Kartu SIM Lama Wajib Registrasi Ulang
Selasa, 15 Juli 2014 20.24 WIB
Dihapus, "Selfie" Telanjang Bisa Diambil Lagi
Jumat, 18 Juli 2014 10.58 WIB
Selamat Tinggal Android Nokia X
Senin, 21 Juli 2014 15.09 WIB
Waspada, Berita Pilpres Bohong dari Situs Ini