Intel Penuhi "Tantangan" Berumur 10 Tahun

Dibaca:
Komentar :
KOMPAS.com/Wicak Hidayat

Justin Rattner, CTO Intel saat menyampaikan keynote speech-nya di hari terakhir IDF 2012.

KOMPAS.com/Wicak Hidayat Justin Rattner, CTO Intel saat menyampaikan keynote speech-nya di hari terakhir IDF 2012.

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Pada 2002, di ajang Intel Developer Forum (IDF), Chief Technology Officer Intel saat itu -- Pat Gelsinger -- sempat menyampaikan sebuah "tantangan". Tantangan yang memang tidak mudah itu, akhirnya mulai terjawab di IDF 2012.

Hal ini disampaikan Justin Rattner, CTO Intel saat ini, saat menyampaikan keynote speech-nya di hari terakhir IDF 2012. "Satu dekade yang lalu, kami menyampaikan sesuatu yang sulit diwujudkan. Hari ini, tantangan itu sudah berhasil terjawab," ujarnya.

Pada 2001, Gelsinger berdiri di panggung IDF dan menyampaikan visi "Radio Free Intel". Ini adalah visi yang memindahkan seluruh kemampuan radio (WiFi dan sejenisnya) ke dalam satu chip bersama prosesor.

Visi itu menemui hambatan besar, karena sebagian besar dari teknologi radio masih memanfaatkan analog. Sedangkan apa yang terjadi di mikroprosesor adalah hal-hal bersifat digital.

"Saya ingat, pada saat Pat mengungkapkan visi itu, kami semua terdiam. Ini adalah sesuatu yang sangat sulit," kenang Justin.

Justin mengatakan, solusi dari masalah itu akhirnya ditemukan dengan cara menggali kembali fundamental dari radio itu sendiri. "Pada dasarnya, teknologi komunikasi adalah soal matematis. Jadi yang perlu dilakukan adalah memenuhi kebutuhan matematis itu dengan perangkat
digital," ujarnya.

KOMPAS.com/Wicak Hidayat



Maka di panggung itu, Rattner bersama peneliti di Intel Labs mendemokan sebuah radio WiFi yang sepenuhnya digital. Prototipe ini dinamai "Moore's Law Radio", nama yang mengindikasikan bahwa teknologi radio pun pada akhirnya akan bisa mengikuti "Hukum Moore".

Yang berarti, komponen radio akan bisa mengikuti apa yang terjadi di ranah prosesor: semakin kecil, semakin murah dan semakin hemat energi.

Tak cukup sampai di situ, Rattner pun menampilkan konsep Rosepoint. Ini adalah sebuah kepingan SoC yang sudah mencakup dua inti prosesor Atom, kontroler memori, VR, PCI-E, I/O dan lain-lain, ditambah Moore's Law Radio (dalam hal ini fungsinya sebagai WiFi Transceiver).

KOMPAS.com/Wicak Hidayat



Rosepoint punya potensi besar karena akan bisa menghemat lebih banyak tempat lagi pada perangkat yang memanfaatkannya. Dan ini berarti perangkat yang lebih kecil, bisa jadi Ultrabook yang makin tipis, atau tablet, atau perangkat lain lagi.

Rosepoint memang masih eksperimen. Saat ini ia dibangun dengan proses 32nm, ke depannya ia akan menyusul prosesor Intel yang sudah dibangun di proses 22nm, kelak mungkin ia akan dibangun pada proses 14nm (artinya ukurannya bakal makin kecil lagi).

Pat Gelsinger saat ini adalah CEO VMWare, dan ia nampaknya tidak hadir di acara IDF. Namun dengan setengah bercanda, Justin mengangkat piringan Rosepoint dan berkata: "Pat, di manapun kamu berada. Kami akhirnya berhasil!"

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
e-Business
Jumat, 19 September 2014 12.30 WIB
Microsoft Indonesia tak Terimbas PHK Global?
e-Business
Jumat, 19 September 2014 12.05 WIB
Indonesia Dinilai Cocok untuk BBM Money
Gadget
Jumat, 19 September 2014 11.23 WIB
Baru Keluar Toko, iPhone 6 Jatuh ke Trotoar
Software
Jumat, 19 September 2014 10.53 WIB
Pengguna Apple Protes iOS Terbaru
e-Business
Jumat, 19 September 2014 10.28 WIB
Microsoft Rumahkan 2.100 Karyawan di Seluruh Dunia
TERPOPULER
Sabtu, 13 September 2014 15.59 WIB
Membandingkan iPhone 6 dengan Galaxy S5
Jumat, 12 September 2014 14.26 WIB
Fitur "Tak Terungkap" di Galaxy Note 4
Rabu, 17 September 2014 17.16 WIB
Galaxy Note 4 dan Edge "Mendarat" di Jakarta
Senin, 15 September 2014 15.38 WIB
Begini Cara Intel "Buang" Kabel dari Monitor
Selasa, 16 September 2014 07.32 WIB
Android One Meluncur di India, Indonesia Berikutnya
Senin, 15 September 2014 09.17 WIB
Samsung: iPhone 6 Plus "Terinspirasi" Galaxy Note
Rabu, 17 September 2014 07.36 WIB
"Berapa Usia Jokowi?", Tanyakan ke Google