Rabu, 22 Februari 2017

Game Horor Indonesia "Dreadout" Dirilis Awal 2013

Digital Happiness


KOMPAS.com -
Sebagian besar pemain video game tentu sudah tak asing lagi dengan jenis game survival horror. Selama ini game dengan genre tersebut biasanya berasal dari luar negeri, namun tak lama lagi akan tersedia judul dengan "cita rasa" Indonesia.

Adalah Digital Happiness, tim developer asal Bandung yang membuat kreasi game horor bernama "Dreadout". Game 3D yang mengusung perspektif 3rd person ini mengkisahkan petualangan sekelompok anak SMA yang terjebak di sebuah kota misterius.

Di dalamnya,  pemain mengendalikan tokoh utama bernama Linda yang terpisah dari teman-temannya dan  berusaha mencari mereka. Nah, cewek yang satu ini ternyata memiliki kemampuan supranatural, yaitu bisa memburu hantu dengan cara membidiknya melalui kamera.

Linda pun berkeliling kota dan bertemu berbagai hantu lokal, seperti pocong dan sejumlah dedemit lainnya. Akhir petualangan Linda cs. bakal bisa diketahui setelah Dreadout resmi rilis pada awal 2013 nanti.

Dekat Dengan Masyarakat

Horor adalah tema yang dipilih Digital Happiness untuk game komersil pertama buatannya ini. Alasannya, menurut Managing Director Digital Happiness Rachmad Imron, adalah karena masyarakat Indonesia relatif akrab dengan tema tersebut.

"Di semua daerah, kebudayaan-kebudayaan kita pasti ada hal-hal yang berkaitan dengan mistik, makanya kami bikin yang bertema horor," ujarnya ketika ditemui di sela-sela ajang perlombaan Indonesia ICT Award 2012, Sabtu (15/9/2012).

Soal cerita, Imron yang juga berperan sebagai produser game di Digital Happiness ini memilih tokoh anak-anak Sekolah Menengah Atas lantaran belum pernah dijumpai dalam game sebelumnya. "Kalau tidak salah, ini adalah game pertama yang mengangkat tokoh anak SMA," kata Imron.

Jadilah, Dreadout game horor yang diperani oleh satu geng anak SMA. Dalam cerita, disebutkan juga ada sesosok guru wanita yang menemani petualangan mereka.

Dia menjanjikan bahwa Dreadout yang akan dirilis untuk platform PC ini bakal "bersahabat" soal tuntutan kebutuhan sistem. "Modal Pentium IV sudah bisa jalan lah, tidak terlalu berat, masih bisa di-tweak juga."

Dijual Ritel, Cegah Pembajakan


Ketika sudah selesai dikembangkan nanti, Imron berencana menjual game Dreadout secara eceran dalam bentuk keping DVD di lokasi-lokasi seperti toko retail dan toko buku. "Keinginan kami adalah bekerja sama dengan jaringan franchise minimarket untuk mendistribusikan game ini," jelasnya.

Untuk mencegah pembajakan, Digital Happiness akan mematok harga yang ramah di kantong, sekitar 70-100 ribu atau tak jauh dari harga game bajakan. "Inisiatif lain termasuk value-added berupa konten-konten tambahan dalam kemasan game aslinya," ujar Imron.

Nantiya, akan disediakan juga metode pembelian lewat Steam sehingga peminat bisa memperoleh Dreadout secara online.

Dreadout sendiri adalah proyek komersil "B-to-C" pertama dari Digital Happiness. Pendanaan untuk produk game ini masih ditopang oleh proyek-proyek lain garapan developer tersebut, yang aktif membuat pesanan animasi-animasi 3D.

Sebelumnya, Digital Happiness sudah pernah membuat game 3D gratis Hallway Raid untuk platform PC dan iOS.

Dengan menawarkan pengalaman bermain yang sebanding dengan game buatan luar negeri, Imron optimis game bikinannya bisa menuai sukses.

Tim Digital Happiness yang berjumlah empat orang bekerjasama dengan pihak-pihak lain seperti artis pengisi suara dalam pembuatan game itu. Imron mengaku enjoy dengan proses pengembangan Dreadout. "Ini proyek idealisme, jadi kami pun sangat senang mengerjakannya."

 

Editor : Reza Wahyudi
TAG: