Iran Bikin Aplikasi Pengawas Jejaring Sosial

KOMPAS.com

Situs web jejaring sosial

KOMPAS.com Situs web jejaring sosial



KOMPAS.com - Pemerintah Iran sedang mengembangkan perangkat lunak (software) cerdas yang akan mengendalikan warganya dalam mengakses situs web jejaring sosial yang dilarang di negara itu. Belum diketahui nama resmi perangkat lunak tersebut.

"Perangkat lunak cerdas yang mengontrol penggunaan jejaring sosial ini akan menghindari warga dari kerugian, tetapi juga memungkinkan warga untuk mendapat keuntungan dari manfaat jejaring sosial," kata Kepala Kepolisian Iran Esmaeil Ahmadi Moghadam, seperti dikuti dari AFP.

Menurutnya, keberadaan perangkat lunak pengontrol ini lebih baik ketimbang pemblokiran sepenuhnya untuk layanan jejaring sosial.

Seperti diketahui, pemerintah Iran memblokir situs jejaring sosial macam Facebook dan Twitter. Mereka menyebut konten di jejaring sosial tersebut "tidak pantas".

Pada September 2012 lalu, Iran memblokir layanan mesin pencari Google dan situs berbagi video YouTube. Pemerintah lantas membuat situs sejenis YouTube, yang diberi nama Mehr. Dalam bahasa Persia, Mehr berarti "kasih sayang." Situs ini punya misi mempromosikan budaya dan kesenian Islam. Pengguna dipersilakan mengunggah video untuk memperkaya konten di Mehr.

Sepanjang 2012, pemerintah Iran beberapa kali memotong akses ke internet global. Layanan surat elektronik (email) juga mulai dibatasi, seperti Yahoo, GMail, dan sebagainya. Warga dihimbau pakai layanan surat elektronik buatan lokal, Iran Mail.

Langkah pemerintah mengundang banyak protes warga yang tak ingin terisolasi dari internet global. Warga mengakali pemblokiran ini menggunakan perangkat lunak virtual private network (VPN). Hal ini membuat komputer warga Iran seakan berada di negara lain.

Kantor berita Reuters sempat mengabarkan pada September lalu, bahwa pemerintah juga sedang menyiapkan layanan intranet nasional, karena internet dianggap mengekspresikan pandangan antipemerintah. Tetapi, belum ada kejelasan apakah akses internet global akan terhenti sepenuhnya setelah internet dalam negeri Iran diluncurkan.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
e-Business
Jumat, 27 Februari 2015 17.22 WIB
Google Sebut Apple Tak Bertanggung Jawab
Gadget
Jumat, 27 Februari 2015 16.18 WIB
Oppo Mirror 3 Dibanderol Rp 3 Jutaan
Gadget
Jumat, 27 Februari 2015 16.01 WIB
Evolusi Galaxy S, dari Masa ke Masa
Gadget
Jumat, 27 Februari 2015 15.14 WIB
Tablet Galaxy Tahan Banting Hadir untuk Segmen Bisnis
Software
Jumat, 27 Februari 2015 14.33 WIB
Facebook Rilis Fitur Pencegahan Bunuh Diri
TERPOPULER
Rabu, 25 Februari 2015 09.52 WIB
Berani "Unlock" Modem Bolt? Siap-siap Dipidana
Selasa, 24 Februari 2015 08.05 WIB
Begini Cara "BBM-an" di PC dan Tablet
Minggu, 22 Februari 2015 15.45 WIB
Pengguna BlackBerry Kini Bisa "BBM-an" di PC
Selasa, 24 Februari 2015 10.24 WIB
Arti di Balik Nama "Samsung"
Rabu, 25 Februari 2015 12.22 WIB
Sony Perkenalkan Ponsel Android 4G Murah
Selasa, 24 Februari 2015 21.17 WIB
AS Pertanyakan Aturan soal "Smartphone" Indonesia
Jumat, 27 Februari 2015 12.33 WIB
Dukungan untuk Ahok, dari Twitter Sampai Facebook
Rabu, 25 Februari 2015 08.03 WIB
Ketika Layar Xiaomi Mi4 Dijepit Kepiting