U19 banner dropdown

Google Rilis Peta Korea Utara

Dibaca:
Komentar :

Sebelumnya peta Korea Utara hanya terlihat kosong (kanan).

Sebelumnya peta Korea Utara hanya terlihat kosong (kanan).

Google untuk pertamakalinya menerbitkan peta Korea Utara yang berisi lebih banyak informasi di situsnya.

Sebelumnya peta negara ini biasanya hanya terlihat kosong di dalam layanan Peta Google.

Data yang dimasukkan dalam peta Korea Utara ini dikumpulkan dengan sistem Google Map Maker yang bisa membuat orang biasa turut serta memberikan informasi berdasarkan gambar satelit atau pengetahuan lokal.

Bagaimanapun data peta ini tidak tersedia bagi bangsa yang tertutup ini.

Dirilis pada tahun 2008, data Map Maker telah digunakan untuk Peta Google bagi banyak negara seperti Irak dan Afghanistan.

"Map Maker telah aktif selama beberapa tahun terakhir dan hari ini peta baru Korea Utara telah siap dan tersedia di Peta Google,'' kata Jayanth Mysore, produk manajer senior Google Map Maker.

"Sebagai hasilnya, dunia sekarang bisa mengakses peta Korea Utara yang memberikan lebih banyak informasi dan detil dari sebelumnya.''

Kebijakan ini keluar setelah sebuah kunjungan kemanusiaan pribadi Kepala Eksekutif Google Eric Schmidt ke Korea Utara.

Sedikit informasi

Dalam kasus Korea Utara, gambar satelit, bukan pengetahuan lokal, merupakan sumber data utama. Karena warga Korut tidak bisa mengakses situs Google untuk menambah informasi.

Google mengatakan sebagian besar warga Korea Selatan memberi kontribusi informasi untuk menciptakan peta yang bisa digunakan di Utara.

"Saat banyak orang di seluruh dunia tertarik dengan Korea Utara, peta ini menjadi penting bagi warga Korea Selatan yang memiliki hubungan leluhur atau masih memiliki anggota keluarga di sana,'' kata Mysore.

Setidaknya satu warga Australia yang tidak bisa berbahasa Korea mengaku ikut memberi kontribusi informasi.

"Saya ingin pergi ke Korea Utara dan karena belum dipetakan maka saya mulai memetakannya sehingga setidaknya saya melihat bagaimana mudahnya untuk bepergian di dalam negara ini,'' kata Sebastiaan van Oyen yang bekerja sebagai manajer resiko di sebuah perusahaan keuangan di Sydney kepada BBC.

Van Oyen menjelaskan bahwa dia menggunakan gambar satelit untuk mendapatkan datanya dengan menyebut ''data tersebut cukup bagus untuk mencakup semua kawasan negara, meski kualitas dan tanggal data bervariasi.''

"Untuk sebuah peta dasar anda akan baik-baik saja, tetapi butuh waktu yang lama untuk mendapatkan navigasi jalan yang lebih terpercaya.''

Bagaimanapun dia mengatakan bahwa kendala terbesar dalam menciptakan detil peta adalah untuk mendapatkan pengetahuan lokal untuk memberi nama semua fitur peta.

"Harus diingat bahwa ada kawasan terlarang dan tidak banyak pengetahuan lokal yang cukup di luar Republik Rakyat Demokratik Korea.''

 

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
e-Business
Gadget
Jumat, 19 September 2014 17.07 WIB
Samsung Kebut Debut Android L di Dua Galaxy
Internet
Jumat, 19 September 2014 16.07 WIB
Jejaring Sosial Khusus Orang Kaya, Daftar Saja Bayar
Software
Jumat, 19 September 2014 15.15 WIB
Android Berikutnya Ikut "Ketat" seperti iOS 8
Gadget
Jumat, 19 September 2014 14.14 WIB
Pendiri Apple Akhirnya Berhenti Pakai Android
TERPOPULER
Sabtu, 13 September 2014 15.59 WIB
Membandingkan iPhone 6 dengan Galaxy S5
Rabu, 17 September 2014 17.16 WIB
Galaxy Note 4 dan Edge "Mendarat" di Jakarta
Jumat, 19 September 2014 11.23 WIB
Baru Keluar Toko, iPhone 6 Jatuh ke Trotoar
Senin, 15 September 2014 15.38 WIB
Begini Cara Intel "Buang" Kabel dari Monitor
Jumat, 19 September 2014 14.14 WIB
Pendiri Apple Akhirnya Berhenti Pakai Android
Selasa, 16 September 2014 07.32 WIB
Android One Meluncur di India, Indonesia Berikutnya
Kamis, 18 September 2014 17.07 WIB
"Jual Cepat" Redmi 1S Dikeluhkan Lelet, Ini Kata Lazada