Kehidupan Siddharta Gautama Jadi Komik Digital - Kompas.com

Kehidupan Siddharta Gautama Jadi Komik Digital

Kompas.com - 24/03/2013, 09:35 WIB

(Mechanimotion Studios) ilustrasi komik interaktif Siddharta Gautama dari Mechanimotion Studios.

 

BANDUNG, KOMPAS.com - Mechanimotion Studio, pihak di belakang komik digital The Adventures of Wanara tengah menggarap proyek lain yakni komik digital yang menceritakan kehidupan Siddharta Gautama yang menjadi Buddha. Komik digital 40 panel ini digarap dengan pendekatan budaya di Indonesia, berdasarkan relief pada Candi Borobudur di Jawa Tengah.

Hal itu dibenarkan oleh Adhicipta R Wirawan, CEO Mechanimotion, dalam korespondensi elektronik Sabtu (23/3). Komik digital berjudul "The Path of Awakening" digarap oleh tim yang sama dengan tim komik digital Wanara. Sebut saja Elventales Game yang menggarap unsur gamenya, dan ilustrator komik Wanara, Gerry Arthur, juga terlibat kembali dalam proyek ini.

"Nantinya juga ada mini game dalam komik ini," ujar Adhicipta.

Komik digital ini direncanakan rilis untuk platform iOS dan Android pada bulan Juni 2013, kemungkinan untuk menyambut Buddhist Festival yang digelar di Supermal Surabaya Convention Center pada bulan yang sama.

Berkaca dari komik digital The Wanara, pengguna tidak sekadar membolak balik halaman komik berisi gambar statis. Di sana terdapat animasi sederhana maupun musik latar belakang sehingga kisahnya menjadi lebih hidup. Ada pula mini games pada halaman tertentu sehingga pembaca bisa terhanyut dan seolah menjadi bagian di dalamnya.

Adhicipta mengatakan bahwa komik digital ini dibuat dari hasil kerja sama dengan Buddhist Education Center Indonesia, sebelumnya mereka tertarik dengan penyajian konten komik digital seperti dilakukan dalam The Adventures of Wanara.

Head Coordinator of Exhibition Design and Materials for Buddhist Festival 2013, Hendrick Tanuwidjaja, mengatakan bahwa inisiatif tersebut diambil untuk memperkenalkan pandangan bahwa Buddhisme bukan ajaran yang kuno tapi bisa berjalan dengan kemajuan zaman.

"Pesan welas asih dari Buddha pun bisa disampaikan dengan teknologi agar menjangkau generasi muda," kata Hendrick.

Gaya penyampaian dengan pendekatan kerajaan Jawa Hindu-Buddha sengaja dipilih untuk mengangkat unsur lokal dari Indonesia. Cerita pada komik digital yang mengambil bahan dari relief Candi Borobudur berasal dari kitab Lalitavistara. Hendrick berharap pesan welas asih ini bisa diterima seluruh segmen masyarakat dan bisa diketahui bahwa ajarannya mengilhami beberapa pemikiran yang tumbuh dari Indonesia.

EditorWicaksono Surya Hidayat
Close Ads X