U19 banner dropdown

Asha 501 Bakal Bunuh Ponsel "Low-end" di Indonesia?

Dibaca:
Komentar :
Pepih Nugraha/KOMPAS.com

Ponsel Nokia Asha 501.

Pepih Nugraha/KOMPAS.com Ponsel Nokia Asha 501.

NEW DELHI, KOMPAS.com – Nokia Asha 501 yang baru diperkenalkan Kamis (9/5/2013) kemarin di New Delhi, India, baru akan dipasarkan Juni bulan depan di India. Kehadirannya di Indonesia diperkirakan tidak akan lama setelah India.

Akankah Nokia Asha 501 menjadi “pembunuh” bagi ponsel low-end yang mengusung platform Android yang diproduksi sejumlah produsen ponsel dunia?

Pertanyaan ini menjadi penting untuk dijawab karena sebagaimana terungkap dalam wawancara dengan Kompas.com, CEO Nokia Stephen Elop usai acara perkenalan produk bertajuk Time to Shift Gears itu mengatakan, Asha 501 sebagai “inovasi hebat”, ponsel dengan desain menawan, dan dengan harga yang murah (low price).

“Inovasi hebat”, “desain menawan”, dan “harga murah” menjadi kata kunci bisnis ponsel yang siap memasuki 90 negara termasuk Indonesia bekerjasama dengan lebih 60 operator selular ini.

Harga yang dipatok di bawah 100 dollar AS atau sekitar Rp 970.000 akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang karena tingkat ekonominya, sulit beralih ke smartphone Lumia yang mengusung mesin Windows Phone 8 dengan kisaran harga Rp 7 juta itu.

Mengapa menjadi daya tarik? Sebab dengan Nokia Asha 501 ini, pengguna bisa merasakan sensasi sebuah smartphone yang full touch secreen. Apalagi dengan teknologi “Swipe” dan “Fastlane” yang juga menjadi andalan ponsel ini, pengguna bisa memanfaatkan seluruh permukaan mungil 3 inci dengan optimal. “Fastlane” memungkinkan pengguna bergerak ke layar utama setelah melihat catatan apa saja aplikasi yang telah dipakai atau yang sedang digunakan.

Stephen Elop saat wawancara dengan Kompas.com menyangkal kalau Asha 501 sebagai “flagship” di kelas Asha yang seluruhnya terdapat 15 varian ini. Namun demikian, produk baru ini diakuinya sangat berbeda jauh dengan varian Asha yang ada. “Ini karena Asha 501 mengusung operating system ‘New Asha Platform’, mesin baru yang merupakan evolusi dari S40 yang digunakan Asha generasi sebelumnya,” katanya.

Pepih Nugraha/KOMPAS.com CEO Nokia Stephen Elop saat wawancara dengan wartawan Kompas.com, Pepih Nugraha, di New Delhi, India, Kamis (9/5/2013).



Dengan hadirnya Asha 501 di Tanah Air, besar kemungkinan ponsel besutan Finlandia ini akan langsung berhadap-hadapan dengan ponsel low-end Android dari berbagai produsen seperti ponsel Cina, Korea Selatan dan Taiwan. Di saat kisaran harga yang sama sekitar Rp 1 juta, konsumen dihadapkan pada dua pilihan; memilih ponsel low-end Android atau ponsel low-end Nokia Asha 501 namun dengan “rasa” dan tampilan smartphone.

Stephen Elop tidak mengungkapkan rahasia binisnya dengan meluncurkan ponsel low-end Asha 501 dengan rasa smartphone itu, apakah dimaksudkan untuk menghantam pasar low-end global yang masih besar ceruknya, atau memang ingin mengembalikan kejayaan Nokia sebagai pemain global di pasar ponsel low-end sebagaimana prestasi sebelumnya.

Akan tetapi, kehadiran Elop di India dan menjadi pembicara utama sekaligus host acara tersebut menunjukkan, Elop tidak ragu menerjuni bisnis ponsel low-end setelah sukses 15 varian Asha sebelumnya yang terjual 20 juta ponsel secara global. Pasalnya, publik telanjur merepresentasikan Elop sebagai jawara smartphone Nokia Lumia yang mengusung sistem operasi Windows Phone itu. Ketika Elop hadir dan menunjukkan kepada dunia bahwa ia juga serius dengan ponsel low-end, maka Nokia Asha 501 adalah jawabannya.

Di Indonesia, kemungkinan besar Asha 501 akan menggandeng operator Telkomsel saat ponsel ini merapat di Tanah Air. Asha 501 dengan Nokia Xpress Browser-nya, memungkinkan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen Indonesia yang gandrung kecepatan dalam pencarian, sebagaimana diungkapkan Alistair Johnston, chief marketing officer Telkomsel. “Kami telah menjalin kesepatan dengan Nokia untuk mendukung Asha 501 yang kaya dengan aplikasi yang benar-benar sangat relevan dengan konsumen Indonesia,” katanya.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Gadget
Selasa, 23 September 2014 16.50 WIB
Kesan Pertama Menjajal Sony Xperia Z3
Gadget
Selasa, 23 September 2014 15.57 WIB
Masuk Indonesia, iPhone 6 "BM" Tembus Rp 18 Juta
Software
Selasa, 23 September 2014 15.08 WIB
Aplikasi Ponsel Baru Jadi Mata bagi Kelompok Tunanetra
Gadget
Selasa, 23 September 2014 13.52 WIB
Pendiri Apple Kaget Lihat "iPhone" 7 Dollar
e-Business
Selasa, 23 September 2014 12.51 WIB
Rambah Layanan Cloud, Adobe Akuisisi Aviary
TERPOPULER
Selasa, 23 September 2014 08.22 WIB
iPhone 6 Dibongkar, Profit Tinggi Apple Terungkap
Senin, 22 September 2014 08.05 WIB
Galaxy A5, Smartphone "Murah" Rasa "Premium"?
Jumat, 19 September 2014 11.23 WIB
Baru Keluar Toko, iPhone 6 Jatuh ke Trotoar
Selasa, 23 September 2014 10.36 WIB
Video 6 Menit Ungkap Kejanggalan Antrean iPhone 6
Jumat, 19 September 2014 14.14 WIB
Pendiri Apple Akhirnya Berhenti Pakai Android
Rabu, 17 September 2014 17.16 WIB
Galaxy Note 4 dan Edge "Mendarat" di Jakarta
Jumat, 19 September 2014 10.02 WIB
Inilah Pemilik iPhone 6 Pertama di Dunia