Game Horor "DreadOut" Bakal Rilis di Steam


BANDUNG, KOMPAS.com - Pengembang gim Digital Happiness tengah menanti gim mereka yakni DreadOut untuk diedarkan melalui distribusi digital Steam. Saat ini, gim tersebut sudah sampai di peringkat 10 Steam Greenlight dan diharapkan dalam waktu dekat bisa mendapatkan status Greenlit.

Steam Greenlight adalah inisiatif dari Steam untuk mendukung produksi gim dari pengembang-pengembang baru. Bila mendapatkan dukungan yang memadai, mereka bisa menjual gim mereka melalui jaringan distribusi digital secara internasional. Gim yang masuk di Steam Greenlight tidak selamanya versi yang rampung, oleh karena itu pengembang bisa memanfaatkan komunitas di Steam untuk merampungkan gimnya.

Menurut Imron Game Producer Digital Happiness, Rachmad Imron, bila gim mendapat status Greenlit, mereka bisa menjual gim melalui Steam meski belum versi yang rampung. Nantinya update demi update akan diunggah Digital Happiness kepada para pemain yang sudah membeli gim hingga akhirnya versi rampungnya. Meski terdengar merepotkan, langkah tersebut bisa membantu arus keuangan studio gim karena sudah ada yang membeli gim mereka.

"Saat ini, kami sudah pada posisi sepuluh dari sebelumnya posisi 1.000 lebih. Semoga sebentar lagi bisa lolos," kata Imron.

DreadOut merupakan gim horor yang menempatkan pemain untuk membimbing tokoh protagonis bernama Linda, seorang siswi SMA. Dia bersama teman-temannya terdampar di sebuah kota tidak berpenghuni dan ternyata dipenuhi makhluk halus. Linda yang bisa melihat hantu melalui layar tampilan kamera maupun ponsel harus segera mencari jawaban misteri kota itu sembari mencari teman-temannya.

Gim ini mendapatkan sambutan yang meriah dari publik internasional berkat demo gim yang bisa diunduh secara cuma-cuma. Salah satu buktinya adalah keberhasilan untuk mengumpulkan dana hingga 29.000 dollar AS lebih melalui situs crowdfunding Indiegogo, kebanyakan berasal dari luar negeri. Dana tersebut, ujar Imron, bakal dipakai untuk mencari kantor yang lebih luas sehingga menampung tenaga ahli lebih banyak.

"Pengerjaan reward bagi para pendukung juga sudah dikerjakan," ujarnya. (eld)

Didit Putra Erlangga/Kompas Rachmad Imron sewaktu memberikan presentasi di acara peresmian Pusat Kreatif Digital Bandung, Rabu (29/5).

 

 

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Gadget
Kamis, 29 Januari 2015 19.09 WIB
Samsung Pamerkan Android 64-Bit Murahnya
Gadget
Kamis, 29 Januari 2015 17.42 WIB
5 Smartphone Android dengan Snapdragon 801
Gadget
Kamis, 29 Januari 2015 17.06 WIB
Sesama Berpinggir Logam, Apa Beda Galaxy A3 dan A5?
Software
Kamis, 29 Januari 2015 16.10 WIB
Proyek Rahasia Bill Gates Mirip Microsoft Cortana
Gadget
Kamis, 29 Januari 2015 15.36 WIB
"Jiplakan" iPhone 6 Ini Lebih Bertenaga
TERPOPULER
Jumat, 23 Januari 2015 14.11 WIB
Terungkap, AirAsia QZ8501 Jatuh Sambil Berputar
Rabu, 28 Januari 2015 17.02 WIB
Steve Jobs, Ramalanmu Kali Ini Meleset
Senin, 26 Januari 2015 11.24 WIB
Situs Berniaga.com Resmi Ditutup
Selasa, 27 Januari 2015 15.36 WIB
Facebook Tumbang karena Serbuan "Kadal"?
Sabtu, 24 Januari 2015 15.16 WIB
Setelah Microsoft, Google Bongkar "Aib" Apple
Rabu, 28 Januari 2015 09.03 WIB
Bos Google Ramalkan "Kemusnahan" Internet
Jumat, 23 Januari 2015 11.16 WIB
#SaveKPK Bergema di Dunia Maya