Awas, Peretas Bisa "Ngintip" via Webcam

Shutterstock.com

Shutterstock.com

KOMPAS.com — Peretas (hacker) kini mulai mengincar webcam para korbannya. Dengan menggunakan sebuah teknik yang disebut "Ratting", peretas dapat mengakses webcam dan menonton korbannya, yang kebanyakan gadis muda, di rumah mereka sendiri.

Para peretas ini menipu korbannya untuk mengunduh sebuah software yang biasanya dilakukan melalui tautan yang ada di e-mail. Tautan "palsu" tersebut biasanya mengarahkan korban ke gambar, musik, cerita selebriti, atau bahkan tips diet.

Setelah berhasil ter-install, software tersebut mengizinkan peretas untuk "mengambil" dan mengontrol PC korbannya dari mana dan kapan saja. Tidak hanya webcam, sang pelaku juga dapat mengakses hard disk dan semua data yang ada di komputer korban.

Dikutip dari Telegraph, Senin (24/6/2013), berdasarkan sebuah penyidikan yang dilakukan oleh BBC Radio 5 Live, teknik tersebut bahkan sudah mulai dijual di pasaran gelap. Harganya pun tidak terlalu mahal, hanya beberapa poundsterling.

Teknik tersebut pun tampaknya tidak terlalu sulit untuk dijalankan. Pasalnya, bocah berumur 16 tahun asal London, Inggris, sebut saja John, mengaku telah menggunakan teknik Ratting ini untuk meretas lebih dari 100 komputer korbannya dan mengakses lebih dari setengah webcam korbannya.

"Saya tidak terlalu mencari apa pun, hanya ingin melihat reaksi mereka (korban). Saya memilih membuat situs web secara acak (saat korban duduk di depan komputer)—situs yang mengagetkan—korban akan melihat gambar yang menyeramkan atau seseorang berteriak, dan Anda akan melihat mereka terkaget-kaget," ungkap John.

"Ada juga orang menyeramkan yang mem-posting gambar dari "budak" wanita. Saya tidak begitu tertarik. Ya, itu ilegal. Namun, risiko untuk ketahuan tidak terlalu besar. Ini hanya sekadar bercanda," kata John.

Sekadar informasi, korban dari akses ilegal webcam oleh peretas biasanya disebut sebagai budak.

Tindakan hukum pun telah dilakukan untuk membuat jera para pelakunya. Salah satu penjahat cyber yang telah berhasil ditangkap adalah Matthew Anderson, 36 tahun. Ia dipenjara selama 18 bulan setelah ditemukan bersalah menginfeksi sekitar 200.000 komputer dengan virus yang mengizinkannya mengakses webcam para korban.

Ayah lima anak yang berasal dari Skotlandia ini telah menonton lusinan wanita di rumah mereka sendiri, termasuk gadis seumur 16 tahun. Anderson mengklaim kepada teman peretasnya bahwa ia pernah menyaksikan seorang remaja dan kakaknya selama beberapa jam. Namun, mereka tidak pernah telanjang di depannya.

Para ahli keamanan jaringan sudah sangat prihatin dengan kasus seperti ini. Menurut mereka, sudah seharusnya ada edukasi yang serius untuk menyadarkan para warga mengenai ancaman tersebut.

Lebih lanjut, para ahli membeberkan cara mudah untuk menghindari "dimata-matai di rumah sendiri". Caranya adalah menutup webcam dengan selembar kertas dan meng-install anti-virus untuk mencegah peretas memasukkan software berbahaya.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
e-Business
Sabtu, 31 Januari 2015 15.17 WIB
Google Setahun "Terhapus" Apple Tiga Bulan
Gadget
Software
Sabtu, 31 Januari 2015 11.08 WIB
Oxygen, OS Buatan OnePlus
Software
Sabtu, 31 Januari 2015 09.12 WIB
Game Catur Terkecil, Ukurannya Cuma 487 Byte
e-Business
Jumat, 30 Januari 2015 20.21 WIB
"Aneh, Sistem Komputer QZ8501 Dimatikan Bersamaan"
TERPOPULER
Jumat, 30 Januari 2015 15.25 WIB
Sistem Komputer QZ8501 Dimatikan Sebelum Jatuh
Rabu, 28 Januari 2015 17.02 WIB
Steve Jobs, Ramalanmu Kali Ini Meleset
Jumat, 30 Januari 2015 20.21 WIB
"Aneh, Sistem Komputer QZ8501 Dimatikan Bersamaan"
Senin, 26 Januari 2015 11.24 WIB
Situs Berniaga.com Resmi Ditutup
Rabu, 28 Januari 2015 09.03 WIB
Bos Google Ramalkan "Kemusnahan" Internet
Selasa, 27 Januari 2015 15.36 WIB
Facebook Tumbang karena Serbuan "Kadal"?
Minggu, 25 Januari 2015 13.14 WIB
Asus ZenFone 2 Ada Versi Mini?