U19 banner dropdown

Awas, Peretas Bisa "Ngintip" via Webcam

Dibaca:
Komentar :
Shutterstock.com

Shutterstock.com

KOMPAS.com — Peretas (hacker) kini mulai mengincar webcam para korbannya. Dengan menggunakan sebuah teknik yang disebut "Ratting", peretas dapat mengakses webcam dan menonton korbannya, yang kebanyakan gadis muda, di rumah mereka sendiri.

Para peretas ini menipu korbannya untuk mengunduh sebuah software yang biasanya dilakukan melalui tautan yang ada di e-mail. Tautan "palsu" tersebut biasanya mengarahkan korban ke gambar, musik, cerita selebriti, atau bahkan tips diet.

Setelah berhasil ter-install, software tersebut mengizinkan peretas untuk "mengambil" dan mengontrol PC korbannya dari mana dan kapan saja. Tidak hanya webcam, sang pelaku juga dapat mengakses hard disk dan semua data yang ada di komputer korban.

Dikutip dari Telegraph, Senin (24/6/2013), berdasarkan sebuah penyidikan yang dilakukan oleh BBC Radio 5 Live, teknik tersebut bahkan sudah mulai dijual di pasaran gelap. Harganya pun tidak terlalu mahal, hanya beberapa poundsterling.

Teknik tersebut pun tampaknya tidak terlalu sulit untuk dijalankan. Pasalnya, bocah berumur 16 tahun asal London, Inggris, sebut saja John, mengaku telah menggunakan teknik Ratting ini untuk meretas lebih dari 100 komputer korbannya dan mengakses lebih dari setengah webcam korbannya.

"Saya tidak terlalu mencari apa pun, hanya ingin melihat reaksi mereka (korban). Saya memilih membuat situs web secara acak (saat korban duduk di depan komputer)—situs yang mengagetkan—korban akan melihat gambar yang menyeramkan atau seseorang berteriak, dan Anda akan melihat mereka terkaget-kaget," ungkap John.

"Ada juga orang menyeramkan yang mem-posting gambar dari "budak" wanita. Saya tidak begitu tertarik. Ya, itu ilegal. Namun, risiko untuk ketahuan tidak terlalu besar. Ini hanya sekadar bercanda," kata John.

Sekadar informasi, korban dari akses ilegal webcam oleh peretas biasanya disebut sebagai budak.

Tindakan hukum pun telah dilakukan untuk membuat jera para pelakunya. Salah satu penjahat cyber yang telah berhasil ditangkap adalah Matthew Anderson, 36 tahun. Ia dipenjara selama 18 bulan setelah ditemukan bersalah menginfeksi sekitar 200.000 komputer dengan virus yang mengizinkannya mengakses webcam para korban.

Ayah lima anak yang berasal dari Skotlandia ini telah menonton lusinan wanita di rumah mereka sendiri, termasuk gadis seumur 16 tahun. Anderson mengklaim kepada teman peretasnya bahwa ia pernah menyaksikan seorang remaja dan kakaknya selama beberapa jam. Namun, mereka tidak pernah telanjang di depannya.

Para ahli keamanan jaringan sudah sangat prihatin dengan kasus seperti ini. Menurut mereka, sudah seharusnya ada edukasi yang serius untuk menyadarkan para warga mengenai ancaman tersebut.

Lebih lanjut, para ahli membeberkan cara mudah untuk menghindari "dimata-matai di rumah sendiri". Caranya adalah menutup webcam dengan selembar kertas dan meng-install anti-virus untuk mencegah peretas memasukkan software berbahaya.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
e-Business
Rabu, 22 Oktober 2014 17.37 WIB
Menkominfo Baru Diumumkan Malam Ini?
Gadget
e-Business
Rabu, 22 Oktober 2014 16.12 WIB
Tokopedia Dapat Kucuran Dana Rp 1,2 Triliun
Gadget
Rabu, 22 Oktober 2014 15.45 WIB
24 Oktober, Galaxy Note 4 Beredar di Indonesia
Gadget
Rabu, 22 Oktober 2014 15.36 WIB
Ini Harga Trio Sony Xperia Z3 di Indonesia
TERPOPULER
Kamis, 16 Oktober 2014 12.58 WIB
Wajah Jokowi di Majalah "Time" Bikin Heboh Medsos
Senin, 20 Oktober 2014 17.10 WIB
Diprotes, Bolt Ubah Paket Langganan Internet
Kamis, 16 Oktober 2014 06.00 WIB
Google Akhirnya Ungkap Nama Android 5.0
Jumat, 17 Oktober 2014 06.06 WIB
Apple Rilis Tablet Super Tipis, iPad Air 2
Senin, 20 Oktober 2014 13.26 WIB
"Netizen" Sambut Presiden Jokowi dengan Aneka Kartun
Kamis, 16 Oktober 2014 10.31 WIB
Apa Istimewanya Android 5.0 Lollipop?
Senin, 20 Oktober 2014 11.02 WIB
Becak Terguling, iPhone 6 Terbakar
Rabu, 22 Oktober 2014 10.21 WIB
Kiprah "Smartphone" Nokia Resmi Berakhir