Cara LinkedIn Bikin Karyawan Betah dan Pintar - Kompas.com

Cara LinkedIn Bikin Karyawan Betah dan Pintar

Restituta Ajeng
Kompas.com - 19/09/2013, 10:57 WIB

Logo Linkedin.

KOMPAS.com — Ternyata, bukan hanya Google dan Facebook yang memanjakan para karyawannya dengan beragam fasilitas yang menarik. LinkedIn pun punya cara sendiri untuk membuat betah dan pintar para karyawannya.

Didirikan pada tahun 2003 oleh Reid Hoffman dan beberapa rekannya, LinkedIn, yang dikenal sebagai jejaring sosial berorientasi bisnis, kini telah menjadi salah satu "berlian" di kawasan Silicon Valley.

Pada Januari 2013 saja, jumlah anggota LinkedIn telah berjumlah 200 juta pengguna dari 200 negara di dunia. LinkedIn pun telah menjadi salah satu target para pencari kerja.

Dikutip dari BusinessInsider, berikut beberapa fasilitas menarik yang diberikan oleh LinkedIn untuk membuat para karyawannya semakin pintar dan kreatif.

5.000 dollar AS per tahun untuk pendidikan

Setiap perusahaan pasti ingin karyawannya bisa berkembang dan punya keterampilan-keterampilan baru. Bedanya, LinkedIn serius untuk mewujudkan hal itu. Bagi setiap karyawan di AS dan Kanada, LinkedIn memberikan dana pendidikan sebesar 5.000 dollar AS per tahun.

LinkedIn juga menyediakan fasilitas online training, seperti "LearnIn" (semacam kursus singkat) dan "ManageIn" (program bagi para manager trainee yang berlangsung selama berbulan-bulan).

Program LinkedIn Incubator

LinkedIn pun menjadi inkubator bagi para karyawannya. Pada setiap kuartal, tim-tim yang terdiri dari para karyawan bisa melakukan pitching dan mempresentasikan idenya kepada para eksekutif perusahaan. Jika para eksekutif menyukai ide itu, tim tersebut akan diberi waktu tiga bulan penuh untuk mengembangkannya, dibantu oleh seorang mentor berpengalaman.

Salah satu contoh proyek yang sukses adalah proyek "Hopscotch" yang digagas desainer grafis LinkedIn, Hans van de Bruggen. Hasil dari proyek ini adalah fitur personal tour guide bagi para pengguna LinkedIn, yang baru dirilis pada bulan Agustus 2013 lalu.

Mengundang para pembicara tenar

Setiap bulan, LinkedIn menggelar "Speaker Series" sebagai ajang pencerahan bagi para karyawannya. Acara ini mengundang para pembicara tenar, kompeten, dan inspiratif. Beberapa pembicara yang pernah hadir antara lain, Deepak Chopra, Martin Luther King III, Seth Meyers (kepala penulis di acara Saturday Night Live, NBC), serta Fred Kofman (penulis buku Conscious Business).

Dana amal hingga 10.000 dollar AS

Melalui program "Innovation Grant", LinkedIn memberikan dana hibah hingga 10.000 dollar AS dari yayasan amalnya, LinkedIn For Good, untuk program amal yang dipilih langsung oleh para karyawan. Salah satu karyawan yang pernah memenangkan dana hibah ini adalah Brenda Muckle, yang menyumbangkan dana dari LinkedIn untuk membantu pembangunan sekolah di Kenya.

Laporan langsung dari CEO, 2 kali dalam sebulan

Kebanyakan CEO perusahaan hanya tampil setahun sekali, atau sebulan sekali, di depan para karyawannya untuk menyampaikan informasi tentang perkembangan bisnis perusahaan.

Namun, lain halnya dengan CEO LinkedIn. CEO Jeff Weiner, beserta jajaran eksekutif LinkedIn lainnya, menggelar pertemuan terbuka dengan semua karyawannya setiap dua minggu sekali.

Biasanya, ada kejutan di setiap pertemuan itu. Pada Februari lalu, misalnya, Weiner memberikan hadiah iPad Mini kepada setiap karyawan.

Kelas yoga dan bela diri gratis

Kebanyakan perusahaan menyediakan gym bagi para karyawannya. Tetapi, LinkedIn menyediakan fasilitas olahraga yang lebih baik lagi. Para karyawannya bisa mengikuti kelas yoga, kelas bela diri Tai Chi, ataupun kelas fitness, seperti Zumba dan BOSU. Fasilitas ini tak hanya membuat karyawan menjadi sehat, tetapi juga produktif.

PenulisRestituta Ajeng
EditorReza Wahyudi
Komentar
Close Ads X