Akhir 2015, Peralihan Telkom Flexi "Rampung"

Aditya Panji/KompasTekno

Menara base transceiver station (BTS)
Aditya Panji/KompasTekno
Menara base transceiver station (BTS)
JAKARTA, KOMPAS.com - Telkom berencana mengganti teknologi Flexi dari Code Division Multiple Access (CDMA) menjadi Extended-Global System for Mobile (E-GSM). Peralihan teknologi dan migrasi pelanggan Flexi ke Telkomsel diharapkan rampung pada akhir 2015.

Teknologi CDMA dinilai Telkom sudah tak lagi menarik seperti dulu. Telkom bahkan telah menghentikan pendaftaran pelanggan baru untuk layanan Flexi dan mematikan jaringan Flexi di beberapa daerah memang tidak ada pelanggan Flexi.

Perusahaan sudah mengambil ancang-ancang untuk migrasi teknologi dengan melakukan uji coba memanfaatkan spektrum frekuensi 850MHz untuk layanan E-GSM Flexi di Papua Barat, sebagaimana perintah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Direktur Innovation & Strategic Portofolio Telkom, Indra Utoyo berharap, Kemenkominfo dapat memberi izin pemanfaatan frekuensi 850MHz untuk E-GSM di tahun ini.

“Setelah izin keluar, secara bertahap teknologi Flexi akan diganti ke GSM dan pelanggannya dimigrasi ke Telkomsel. Kami memperkirakan proses migrasi teknologi dan pelanggan selesai pada akhir 2015,” kata Indra saat dihubungi KompasTekno, Senin (7/4/2014).

Peralihan teknologi ini dinilai Indra tidak akan mengganggu pelanggan. Karena, menurutnya, layanan Flexi akan tetap berlanjut tanpa harus melihat teknologi macam apa yang dipakai di belakangnya.

“Pelanggan tidak mementingkan teknologi, yang penting layanannya berlanjut dan tarifnya tidak berubah,” tutur Indra.

Selain Telkom Flexi, Indosat juga meminta kepada Kemenkominfo agar layanan StarOne berganti teknologi ke E-GSM.

Peralihan ini sejatinya akan menghadapi sejumlah hambatan serius yang bisa mengganggu kenyamanan pelanggan. Hal ini pula yang membuat Kemenkominfo belum memberi lampu hijau soal rencana Telkom Flexi dan Indosat StarOne.

Beberapa hambatan yang ditemuai antara lain masalah penomoran, tarif, dan interferensi karena menggelar dua jaringan (GSM dan CDMA) dalam satu rentang frekuensi di 850MHz.

Selain itu, Telkom juga menemukan hambatan tersendiri jika ingin mengalihkan pelanggan Flexi ke Telkomsel. Meskipun Telkomsel merupakan anak perusahaan Telkom, namun secara regulasi keduanya adalah entitas yang berbeda.
Editor: Wicak Hidayat

 

TERBARU
Software
Selasa, 1 September 2015 19.06 WIB
Game Indonesia Raih Gelar Terbaik Se-Asia Tenggara
Gadget
Selasa, 1 September 2015 16.43 WIB
Samsung Gear S2, Arloji Tizen Berbezel Putar
Gadget
Selasa, 1 September 2015 16.32 WIB
Keindahan Seni Desain dalam Genggaman Tangan
e-Business
Selasa, 1 September 2015 16.10 WIB
CEO Yahoo Kaget Bakal Lahirkan Anak Kembar
Software
Selasa, 1 September 2015 15.28 WIB
Dapat Pendanaan Rp 77 Miliar, Ini Rencana Dubsmash
TERPOPULER
Kamis, 27 Agustus 2015 07.41 WIB
Ramai Petisi Online "Stop Kebencian", Ada Kasus Apa?
Rabu, 26 Agustus 2015 14.28 WIB
7 Smartphone Adu Cepat Di-charge, Juaranya?
Selasa, 25 Agustus 2015 20.44 WIB
20 Tahun Lalu, Inilah Kehebohan Peluncuran Windows 95
Kamis, 27 Agustus 2015 20.21 WIB
Mantan CEO Apple Rilis 2 Ponsel Android Murah
Senin, 31 Agustus 2015 19.58 WIB
Programer Direkrut Google Hanya gara-gara "Googling"
Rabu, 26 Agustus 2015 16.51 WIB
Kesan Pertama Menggenggam Lenovo Vibe Shot
Rabu, 26 Agustus 2015 07.59 WIB
Hati-Hati, Jebakan Voucher Gratis di WhatsApp
Senin, 31 Agustus 2015 10.48 WIB
Ini Bocoran Harga Duo iPhone 6S