Selasa, 28 Maret 2017

Pengguna Berkicau Rahasia Sony, Twitter Digugat

ist.
Ilustrasi.
KOMPAS.com - Sony Pictures Entertainment (SPE) berjuang keras untuk menahan penyebaran e-mail dan dokumen rahasianya yang bocor saat diserang kelompok peretas Guardian of Peace. Kini, mereka juga mengancam Twitter dan meminta layanan microblogging itu memblokir akun penyebar bocoran tersebut.

Twitter memang tidak melontarkan kicauan berisi e-mail dan dokumen rahasia milik Sony. Namun yang menjadi masalah bagi SPE adalah adanya akun-akun yang memuat dokumen tersebut dalam kicauannya. Salah satunya adalah akun @BikiniRobotArmy.

Dikutip KompasTekno dari situs Motherboard, Selasa (23/12/2014), SPE pun telah mengeluarkan ancaman terhadap pemilik akun @BikiniRobotArmy, Val Broeksmit. Val yang sehari-harinya berprofesi sebagai musisi itu telah dihubungi oleh Elliot Ingram, seorang ahli hak cipta yang bekerja untuk Sony di Inggris.

Ingram meminta Broeksmit untuk menghapus kicauan yang mengandung dokumen rahasia milik SPE karena tindakan tersebut dinilai melanggar hukum kekayaan intelektual.


Advertisment

ist.
Screenshot surat yang dikirimkan Elliot Ingram ke Val Broeksmit)
“Daripada kami memprotes Twitter serta memintanya bertindak, kami pikir lebih baik menghubungi Anda dan meminta agar tweet yang ada di daftar ini dihapus,” tulisnya.

Namun hingga saat ini, kicauan Broeksmit masih dapat dibaca di linimasanya. Sementara itu, SPE pun mengirimkan surat serupa kepada Twitter. Mereka meminta agar layanan microblogging itu, “memenuhi semua permintaan yang berhubungan dengan pemilik akun yang berniat menyebarluaskan bocoran dokumen rahasia itu via Twitter.

Sebagai tambahan, kami juga meminta agar Anda memberikan salinan surat ini serta permintaan agar pemilik akun tidak mempublikasi informasi curian itu di Twitter.”

Juru bicara Twitter tidak berkomentar banyak mengenai permintaan tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa jejaring sosial itu tidak mengizinkan penggunanya mengunggah informasi pribadi orang lain, tetapi mereka mengizinkan orang untuk menghubungkan ke informasi sejenis.

“Kami meninjau semua konten yang dikatakan melanggar larangan untuk menyebarkan informasi pribadi orang lain. Harap dicaat, hal ini cuma berlaku pada konten (teks atau gambar) yang diunggah dalam sebuah tweet,” ujarnya.

Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pelaku peretasan tersebut adalah Korea Utara dan tentara cybernya. Namun Korea Utara menolak. Bahkan sempat menawarkan kerjasama sebagai tanda niat baiknya.

Baru-baru ini, sambungan internet di Korea Utara sempat tumbang.  Tak diketahui apakah hal tersebut merupakan efek serangan cyber atau bukan. Dan Holden, analis dari Arbor Networks berkomentar tumbangnya internet itu karena serangan distributed denial-of-service (DDoS) yang sederhana.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Yoga Hastyadi Widiartanto
Editor : Reza Wahyudi
TAG: