Tiap Jam, Gadis Penjual "Password" Raup Rp 163.000 - Kompas.com

Tiap Jam, Gadis Penjual "Password" Raup Rp 163.000

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 27/10/2015, 12:29 WIB
hackronomicon.com Ilustrasi pencurian data di Internet

KOMPAS.com — Kata sandi ( password) yang lemah memudahkan peretas mencuri data pengguna. Hal ini dijadikan peluang bisnis oleh Mira Modi, gadis 11 tahun asal New York, AS.

Ia menawarkan jasa pembuatan password dengan jaminan keamanan yang mumpuni, sebagaimana dilaporkan Arstechnica dan dihimpun KompasTekno, Selasa (27/10/2015).

Caranya dengan membuat sendiri passphrase alias password panjang yang biasanya terdiri dari 20-40 karakter. Passphrase dihasilkan melalui mekanisme yang biasa disebut sebagai "diceware".

Mekanisme tersebut memanfaatkan enam sisi dadu yang dilempar sehingga menghasilkan lima angka secara acak. Kelima angka lantas dicocokkan dalam daftar berisi lebih dari 7.000 kata pendek dalam bahasa Inggris. Misalnya "21124" berarti kata "clip".

Enam kata yang dihasilkan lalu digabung sehingga menjadi kesatuan passphrase. Bunyinya bisa sangat acak dan tidak nyambung, seperti "ample banal bias delta gist latex".

Password panjang ini pun sulit ditebak oleh orang yang tak berhak, tetapi gampang diingat oleh sang empunya.

"Konsep ini pada dasarnya membuat password yang super-aman. Saya rasa teman-teman saya tak mengerti. Namun, menurut saya ini keren," kata Modi.

Julia Angwin Mira Modi, sang gadis penjual password

Modi mampu meraup penghasilan sekitar 12 dollar AS per jam atau Rp 163.000-an dengan berjualan passphrase melalui situs online miliknya, masing-masing dengan harga 2 dollar AS.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan standar upah minimum 8,75 dollar AS atau setara Rp 119.000-an per jam di New York, AS, tempat dia tinggal.

Ide yang ditekuni Modi ini muncul dari sang ibunda, Julia Angwin, yang merupakan jurnalis ProPublica. Kala itu, Angwin meminta Modi membuat passphrase diceware untuk kebutuhan penelitian.

Setelahnya, Modi terinspirasi membuat bisnis kecil menggunakan mekanisme tersebut. Siswi yang masih duduk di bangku SD tersebut ingin dapat duit tambahan.

"Saya ingin memublikasikan ini karena saya bukan orang kaya. Saya rasa akan menyenangkan punya situs sendiri," kata dia.

Setiap menerima pesanan password, Modi menggunakan dadu untuk mengacak angka dan melihat daftar kata pada diceware.

Ia menulisnya pada secarik kertas, lalu mencocokkan rangkaian tersebut. Terakhir, Modi mengirimkan pesanan password ke pemesan melalui layanan pos. 

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorOik Yusuf

Komentar