Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aplikasi Ini Membuat Remaja Rentan Tertular HIV

Kompas.com - 01/12/2015, 16:06 WIB
Fatimah Kartini Bohang

Penulis

KOMPAS.com - Angka penularan HIV global dinyatakan terus menurun. Ironisnya, kelompok remaja yang terinfeksi justru semakin banyak.

Saat ini, lebih dari 220.000 remaja usia 10 hingga 19 tahun di Asia Pasifik hidup dengan HIV. Virus yang berdampak pada AIDS tersebut dinobatkan sebagai penyebab kematian remaja nomor satu di Asia.

Fenomena ini menjadi salah satu perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bersama lembaga-lembaga di bawah naungannya, PBB telah melakukan kajian mendalam selama dua tahun untuk menguliti penyebab peningkatan HIV pada remaja.

Kontribusi layanan kencan online

Dilansir KompasTekno, Selasa (1/12/2015) dari TheGuardian, temuan PBB menyorot pada aplikasi kencan online yang tersedia di berbagai toko aplikasi pada smartphone.

Aplikasi itu dituding meningkatkan perilaku seks bebas secara signifikan, utamanya pada kelompok remaja lelaki penyuka sesama jenis (gay).

"Para remaja gay mengaku pada kami bahwa mereka menggunakan aplikasi kencan online untuk mencari teman seks," kata penasihat HIV/AIDS untuk UNICEF di kawasan Asia Tenggara Wing-Sie Cheng.

Lewat aplikasi kencan, kata Wing-Sie, para remaja merasa bisa mengajak atau menerima tawaran berhubungan intim secara lebih kasual. Hasilnya, remaja bisa melakukan hubungan seksual dengan lebih banyak orang.

"Kita tahu, kebiasaan seks bebas seperti itu sangat berisiko terhadap penularan HIV," kata dia.

Butuh seks, cukup buka smartphone

Menurut pengakuan salah satu gay berusia 30 tahun di Manila, Filipina, perilaku kencan via aplikasi dan bertemu hanya untuk berhubungan seks sudah menjadi hal lumrah bagi kaumnya.

"Bahkan jika kamu masih sekolah dan butuh berhubungan intim, kamu cukup membuka Grindr," kata dia. Bagi yang belum tahu, Grindr adalah salah satu aplikasi kencan online yang kerap dimanfaatkan kaum gay.

"Kamu bahkan tak perlu mengobrol. Orang-orang akan mengirimkan foto-foto telanjang mereka. Jika kamu suka, tinggal janjian lalu berhubungan," ia menambahkan.

Perencanaan hubungan seks yang tiba-tiba, kata dia, membuat banyak orang luput menyiapkan alat pengaman. Dari cerita personalnya, ia beberapa kali menggunakan kondom tapi tak konsisten.

"Kau tak ingin kehilangan momentum," ujarnya. Kini, ia positif terinfeksi HIV.

Halaman:
Baca tentang

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com