Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seperti Apa Seharusnya Paket “Unlimited”?

Kompas.com - 28/03/2016, 14:31 WIB
Sri Noviyanti

Penulis

KOMPAS.com - Jagat media sosial masih terus dibanjiri keluhan masyarakat soal layanan internet kabel dengan kebijakan penggunaan wajar (fair usage policy atau FUP) untuk paket internet unlimited. Kebijakan itu sewajarnya dijalankan operator seluler, tetapi tidak bagi operator layanan internet kabel. Kenapa?

Pada dasarnya, operator seluler (wireless) memang belum bisa menerapkan paket unlimited tanpa batasan FUP karena layanan mereka menggunakan saluran frekuensi dengan kapasitas bandwidth tertentu. Kapasitas tersebut akan membuat kecepatan akses bergantung pula pada seberapa banyak pengguna memakai layanan pada satu waktu.

Frekuensi bisa diandaikan sebuah jalan, sementara bandwith adalah lebar jalan itu. Dengan internet ibarat kendaraan yang melintas di jalan tersebut, kepadatan pengguna akan berimbas pada seberapa cepat pula mereka bisa melaju di satu jalan berlebar terbatas yang sama.

Kecepatan akses juga melambat bila ada sejumlah "kendaraan" melintas berkali-kali saat kendaraan lain baru beberapa kali. Di sini muncul kebijakan FUP, yang akan menurunkan batas kecepatan pengguna semacam itu setelah ia sekian kali melaju bolak-balik.

Lalu, apa yang berbeda dengan layanan internet kabel? Perbedaan paling mencolok ada pada penyediaan kapasitas yang jauh lebih besar dan stabil, apalagi bila menggunakan teknologi fiber optik untuk layanan itu. (Baca: Mau Internet "Ngebut", Pilih Teknologi yang Mana?)

Paket unlimited ideal

Ibarat jalan, kabel fiber optik itu adalah jalan tol dengan empat ruas jalan lebar yang langsung menuju perumahan. Dengan jalan lebih lebar, kecepatan akses para pengguna internet akan relatif terjaga kencang dan stabil.

Ilustrasi.
Pemakaian “jalan” fiber optik memungkinkan kecepatan sampai 1.000 Mbps alias 1 giga bits per detik (Gbps). Dengan data dan proyeksi pemakaian internet, teknologi tersebut memungkinkan konsumen bisa sangat leluasa melaju di "jalan" itu meski banyak orang "melintas" bersamaan.

Layanan internet kabel fiber optik yang ideal menggunakan skema jaringan fiber to the home (FTTH). Skema infrastruktur itu menghubungkan pusat layanan dengan peralatan pelanggan. Memakai skema itu, operator layanan internet dapat memakai teknologi jaringan tanpa catu daya Gigabit Capable Passive Optical Network (G-PON).

G-PON memungkinkan layanan internet membagi bandwidth secara otomatis sesuai pengaturan. Memakai teknologi itu, seharusnya operator layanan internet kabel—terutama yang menggunakan fiber optik—dapat menerapkan sistem unlimited tanpa perlu menerapkan FUP.

Terungkap dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat ini di Indonesia ada sekitar 73 juta pengguna internet, setara kurang-lebih 29 persen total populasi. Angka itu diyakini masih akan terus tumbuh, seiring dengan perkembangan dan sebaran teknologi.

Thinkstock Ilustrasi penetrasi internet dan penggunaannya di peranti mobile.
Bagi perusahaan layanan internet, tren tersebut merupakan peluang untuk menjaring pasar pengguna. Tantangannya adalah kebiasaan pemakaian para pengguna itu sendiri yang cenderung butuh alokasi besar paket data.

“Masyarakat maunya kualitas bagus tapi harga murah,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara seperti dikutip Kompas.com,  Senin (21/3/2016).

Hal tersebut yang kemudian diduga menjadikan industri—termasuk operator layanan internet—memasang strategi. Efisiensi pemakaian data seperti penerapan paket unlimited dengan FUP, salah satunya.

Meski demikian , tak semua operator menerapkan kebijakan pemakaian wajar. Operator internet kabel MyRepublic, misalnya, menjanjikan layanan internet unlimited dengan kecepatan stabil untuk paket-paket yang mereka tawarkan.

Untuk memaksimalkan pengalaman berinternet pengguna, operator tersebut menggunakan pula traffic priority system. Sistem ini membaca kebiasaan pengguna untuk mengetahui dengan pasti kebutuhannya atas internet.

Dengan begitu, penggunaan paket data besar untuk aktivitas ataupun aplikasi yang sensitif pada jam-jam tertentu, seperti untuk menonton video streaming, tetap dapat berjalan lancar meski ada banyak pengguna memakai jaringan tersebut bersamaan.

Masih ada keluhan?

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com