Ubah Sampah Jadi Listrik, Siswa 18 Tahun Menangi Lomba Sains Internasional - Kompas.com

Ubah Sampah Jadi Listrik, Siswa 18 Tahun Menangi Lomba Sains Internasional

Reska K. Nistanto
Kompas.com - 14/05/2016, 07:51 WIB
Intel/Shawn Morgan Austin Wang (tengah) pelajar asal Vancouver, Kanada yang menjadi pemenang utama Intel ISEF 2016 bersama pemenang kedua dan ketiga yang diraih oleh Kathy Liu (kiri) dari Salt Lake City, Utah dan Syamantak Payra (kanan) dari Friendswood, Texas, AS.

PHOENIX, KOMPAS.com — Pelajar berusia 18 tahun asal Vancouver, Kanada, Austin Wang, berhasil memenangi ajang Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) 2016 yang digelar di Phoenix, Arizona, AS, 8-13 Mei 2016.

Wartawan KompasTekno, Reska K Nistanto, melaporkan langsung dari tempat acara.

Wang dengan karyanya, Microbial Fuel Cell (MFCs) atau sel bahan bakar mikrobial yang lebih efisien dalam mengubah sampah organik menjadi listrik, menggondol penghargaan Gordon E Moore dan uang senilai 75.000 dollar AS.

Menurut presentasi yang disampaikan Wang di atas panggung Intel ISEF 2016 di Phoenix Convention Center, Arizona, Jumat (13/5/2016) pagi waktu setempat, Wang berhasil membuat bakteri E coli memproduksi listrik secara lebih efisien.

Sistem sel bahan bakar buatan Wang diklaim bisa menghasilkan listrik lebih banyak dibanding proses MFC yang saat ini banyak dipakai dengan biaya yang kompetitif pula jika dibandingkan dengan penggunaan sel tenaga surya.

Karena itulah, Wang yakin bahwa MFC buatannya memiliki kelangsungan dan bisa dijual secara komersial.

Sementara itu, juara kedua dan ketiga diraih oleh Kathy Liu (17) dari Salt Lake City, Utah, dan Syamantak Payra (15) dari Friendswood, Texas, AS.

"Intel mengucapkan selamat kepada para pemenang tahun ini dan berharap karya mereka bisa menginspirasi banyak pelajar muda lain dalam menghadapi permasalahan global," kata Rosalind Hudnell, Vice President in Human Resources, Director of Corporate Affairs at Intel Corporation, sekaligus Presiden Intel Foundation.

"Pameran sains dan teknologi internasional ini adalah bukti akan pencapaian anak-anak muda dari latar belakang, perspektif, dan geografis yang berbeda," kata Hudnell.

Intel ISEF 2016 kali ini melibatkan 1.700-an ilmuwan muda setingkat SMA dari sekitar 77 negara.

PenulisReska K. Nistanto
EditorDeliusno

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM