Merasa Terganggu "Pokemon Go", Pria Ini Tuntut Niantic - Kompas.com

Merasa Terganggu "Pokemon Go", Pria Ini Tuntut Niantic

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 02/08/2016, 17:59 WIB
KOMPAS.COM/AMIR SODIKIN via Bidik Layar Pokemon Go Pokestop di gim Pokemon Go bisa barupa monumen, masjid, gerja, klenteng, kantor pos, dan tempat populer lain di kawasan itu.

KOMPAS.com - Setelah pemerintah Jepang dan Amerika Serikat meminta Niantic menghapus Pokestop di area tertentu, kini studio game itu dituntut lewat jalur hukum oleh seorang warga di New Jersey, AS.

Tuntutan itu didasari oleh akar yang sama: Niantic menanam Pokestop di area yang tidak diindahkan pihak tertentu. Adalah Jeffrey Marder yang mengajukan tuntutan itu ke perusahaan yang didirikan John Hanke.

Baca: Jepang Minta Niantic Hapus Pokestop

Marder tak terima karena Pokestop tersemat di rumah pribadinya. Hal itu mengusik ketentraman di zona privasi miliknya, sebagaimana dikutip KompasTekno, Selasa (2/8/2016) dari PCWorld.

"Niantic merancang Pokestop dan Gym tanpa ada permisi dari pemilik properti," begitu tertera pada tuntutan yang ia layangkan ke pengadilan negeri.

Berkat Pokestop di area rumahnya, para pemain Pokemon Go berdatangan dan membuat kehebohan. Beberapa orang bahkan mengetuk pintu untuk meminta izin menangkap Pokemon di halaman belakang rumah Marder.

Belum jelas kapan pengadilan negeri bakal memanggil pihak Niantic. Saat diminta tanggapan, perwakilan Niantic pun mengimbau para pemain untuk bersikap bijak.

"Jika Anda tak bisa menggapai Pokestop karena lokasinya di wilayah privat, pergilah ke tempat lain yang juga punya Pokestop," kata perwakilan tersebut.

Sebelumnya, Niantic juga telah merilis formulir online bagi pihak tertentu yang tak senang dengan keberadaan Pokestop di titik-titik tertentu. Formulir itu bisa diakses di sini.

Baca: Avatar di Pokemon Go Bisa Diedit, Begini Caranya

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorDeliusno
SumberPCWorld

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM