Rabu, 29 Maret 2017

Review: Huawei P9 Lite, Desain Mewah Kamera Menengah

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Sisi depan Huawei P9 Lite warna hitam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Minggu lalu, Huawei meresmikan kehadiran ponsel terbarunya di Indonesia, P9 Lite. Produk ini duduk di papan tengah, di bawah sang “kakak” yang bernama sama, tapi tanpa embel-embel “Lite”.

Dari segi desain, tampilan keduanya bisa dikatakan mirip. Namun ada beberapa perbedaan penting seperti absennya teknologi kamera ganda yang menjadi ciri khas P9 sebagai flagship dari Huawei.

Jeroan P9 Lite juga berbeda dan lebih sesuai untuk segmen harga mid-range. Seperti apa versi “ringan” dari P9 ini? Simak selengkapnya dalam ulasan KompasTekno berikut.

Desain


Advertisment

Sisi depan Huawei P9 Lite sangat mirip dengan P9. Keduanya sama-sama mengusung rancangan bebas tombol fisik dengan virtual button untuk keperluan navigasi yang disematkan dalam tampilan antarmuka OS.

Letak ketiga tombol “back”, “home”, dan “multitasking” ini persis di atas logo “Huawei” di bagian dagu perangkat. Keseluruhan sisi depan dilapis kaca sehingga tampak mengilap, menutupi panel layar yang berdiagonal 5,2 inci.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Bagian belakang Huawei P9 Lite warna hitam

Layar tersebut merupakan tipe IPS LCD dengan resolusi full-HD (1.920 x 1.080) yang mulai jamak ditemukan di perangkat Android kelas menengah.

Kualitas tampilannya mumpuni, dengan warna-warna cemerlang dan kontras tinggi meskipun bukan dari jenis OLED.

Menengok bagian belakang, barulah mulai tampak perbedaan yang kentara. Baik P9 maupun P9 Lite memiliki garis hitam di sisi atas punggung yang memuat modul kamera.

Tapi, pada P9 Lite, hanya tampak satu buah kamera 13 megapiksel dengan LED flash. Tak seperti sang kakak yang dibekali teknologi kamera ganda melalui kerja sama dengan Leica, sang pabrikan kamera ternama asal Jerman.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Sisi kanan Huawei P9 Lite memuat tombpl daya dan pengatur volume.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Laci kartu SIM terbuat dari bahan logam sehingga kokoh. Terdapat dua slot kartu, namun slot pertama merangkap sebagai tempat untuk kartu micro-SD sehingga pengguna hanya bisa memilih antara menggunakan SIM card kedua atau micro-SD.

Punggung P9 Lite ini terbuat dari plastik polikarbonat dengan tekstur kesat sehingga tidak terasa licin saat berada dalam genggaman. Di tengahnya terdapat pemindai sidik jari berbentuk persegi.

Frame pinggiran Huawei P9 terbuat dari bahan logam sehingga memberikan kesan premium layaknya ponsel flagship, meski material ini sebenarnya sudah mulai banyak digunakan ponsel kelas menengah, seperti halnya layar full-HD.

Huawei memilih untuk tetap setia dengan port micro-USB tipe lama, bukan USB type-C terbaru. Hal ini agaknya dimaksudkan supaya pemilik P9 Lite tidak kerepotan dalam mencari kabel atau charger untuk perangkatnya.

Sayang, ponsel ini tidak mendukung penggunaan USB OTG untuk menancapkan dan membaca-tulis media penyimpanan langsung lewat konektor micro-USB.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Sisi bawah (kiri) dan sisi atas dari Huawei P9 Lite.

Port micro-USB yang terletak di sisi bawah ini diapit oleh sepasang grill speaker. Adapun colokan jack audio 3,5 mm bertengger di sisi atas perangkat.

Secara umum, boleh dibilang Huawei P9 Lite memiliki build quality yang baik dan tidak terasa murahan. Jenis material yang digunakan dan desainnya memberikan kesan mewah. Bodinya sendiri terasa padat dan kokoh ketika digenggam.

Page:

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Oik Yusuf
Editor : Reza Wahyudi
TAG: