Bukalapak dan Tokopedia Jelaskan Aplikasinya yang Lacak Data Pengguna - Kompas.com

Bukalapak dan Tokopedia Jelaskan Aplikasinya yang Lacak Data Pengguna

Yoga Hastyadi Widiartanto
Kompas.com - 02/11/2016, 13:02 WIB
www.shutterstock.com Ilustrasi belanja online

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu riset Opera menyebutkan bahwa aplikasi e-commerce, di antaranya Bukalapak dan Tokopedia, mengambil data pribadi pengguna dan bisa saja memberikannya kepada pihak ketiga. Riset itu dibantah oleh masing-masing bos situs belanja online tersebut.

CEO Tokopedia Wiliam Tanuwijaya memastikan bahwa data pribadi pengguna layanannya dijamin aman dan dirahasiakan. Tak ada satu pun data yang dioper ke pihak ketiga, seperti disebutkan dalam riset tersebut.

“Tokopedia sendiri pastinya menjaga kerahasiaan data pengguna, karena buat kami bisnis kami adalah bisnis reputasi dan bisnis kepercayaan,” terang Wiliam saat dihubungi KompasTekno, Rabu (2/11/2016).

Hal senada diungkap oleh CEO Bukalapak, Achmad Zaky. Menurutnya, situs dan aplikasi Bukalapak menggunakan protokol HTTPS sehingga setiap data yang dikirimkan oleh pengguna sudah dienkripsi. Cara tersebut membuat data tidak bisa dibaca oleh pihak lain, baik melalui jaringan seluler atau WiFi publik.

Pengamanan yang diberikan pun bukan sekadar protokol HTTPS saja. Bukalapak mengaku bekerja sama dengan payment gateway yang menerapkan keamanan sesuai ketentuan Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS). Semuanya demi menjamin agar data pribadi atau data pembayaran tidak bocor ke pihak lain.

“Bukalapak selalu mengutamakan keamanan pengguna, sehingga pernyataan bahwa Bukalapak melakukan pembocoran data tidaklah benar,” ujar Zaky.

Baca: Aplikasi Belanja Online di Indonesia Disebut Lacak Data Pengguna

Soal data yang direkam

Sumber dalam industri yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa semua e-commerce dapat dipastikan mengumpulkan data penggunanya. Proses pengumpulan ini tidak semuanya dilakukan diam-diam, melainkan atas persetujuan pengguna.

Selain itu, pemakaian data tersebut pun hanya untuk keperluan internal masing-masing e-commerce. Jadi data itu sama sekali tidak diumbar ke luar atau diberikan kepada pihak ketiga.

Dengan demikian, pengumpulan data pengguna menggunakan tracker atau alat pelacak, tidak berarti membocorkan data ke pihak lain. Pasalnya data yang dikumpulkan pun biasanya memiliki enkripsi dan dipakai secara internal, sesuai dengan kebijakan masing-masing e-commerce.

“Hampir semua aplikasi pasti memasang semacam tracker untuk keperluan aplikasinya sendiri, misalnya untuk keperluan membuat rekomendasi yang tepat atau retargeting marketing. Misalnya, habis liat produk A, kalau tidak checkout dalam tiga hari maka akan dikirim reminder,” terang sumber dalam industri tersebut.

Bukalapak pun mengakui bahwa ada data yang dikumpulkan. Namun dengan catatan, data tersebut sudah dipastikan kerahasiaannya dan tidak mengandung informasi sensitif, seperti kartu kredit atau rekening bank.

“Bukalapak menerapkan data driven experience. Kami kumpulkan data pengalaman pengguna belanja di Bukalapak, baik secara langsung atau melalui pihak ketiga. Data digunakan secara internal untuk meningkatkan pelayanan. Data itu pun tidak mengandung informasi rekening bank atau kartu kredit,” terang Zaky.

PenulisYoga Hastyadi Widiartanto
EditorReska K. Nistanto

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM