Trump Menang, Bos Apple Kirim Surat kepada Karyawan - Kompas.com

Trump Menang, Bos Apple Kirim Surat kepada Karyawan

Oik Yusuf
Kompas.com - 10/11/2016, 19:51 WIB
AP Photo CEO Apple, Tim Cook

KOMPAS.com — Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) yang dimenangi oleh Donald Trump memecah masyarakat jadi dua kubu saling berlawanan.

CEO Apple Tim Cook pun merasa perlu mengirimkan surat imbauan kepada para karyawannya agar menjaga persatuan pasca-kemenangan Trump, seorang pengusaha sekaligus bintang reality show yang sebelumnya dikenal kurang disukai oleh kalangan industri teknologi di Silicon Valley.

"Kami punya tim karyawan dengan latar belakang beragam, termasuk para pendukung kedua kandidat (presiden). Tak peduli kandidat mana yang kami dukung sebagai individu, satu-satunya cara untuk maju adalah dengan maju bersama," tulis Cook dalam suratnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Buzzfeed, Kamis (10/11/2016).

Baca: Isi Memo CEO eBay kepada Karyawan Setelah Donald Trump Jadi Presiden

"Kalau Anda tak bisa terbang, maka larilah. Kalau tak bisa lari, jalanlah. Kalau tak bisa jalan, merangkaklah. Pokoknya apa pun yang bisa dilakukan untuk maju," lanjut Cook, mengutip kata-kata Dr Martin Luther King, tokoh pergerakan kulit hitam di AS.

Cook tak menyebut nama Trump secara langsung, meskipun presiden terpilih itu berkali-kali menyinggung Apple selama kampanye.

Trump, antara lain, mengklaim bakal memboikot produk Apple karena tak mau membuka kunci iPhone milik teroris dan berniat memaksa pabrikan gadget itu memindahkan produksi perangkatnya dari China ke daratan AS.

Baca: Janji Kampanye Donald Trump, Menaikkan Harga iPhone

Cook sendiri dikenal dekat dengan rival Trump, Hillary Clinton, dari Partai Demokrat. Dia aktif berkampanye untuk Clinton, termasuk dengan menggalang dana dan berdiskusi bersama chairman kampanye Clinton, John Podesta.

Kemenangan Trump menimbulkan gelombang reaksi di Silicon Valley. Beberapa menyuarakan sikap keras, seperti venture capitalist Uber, Shervin Pishevar, yang menuntut kemerdekaan bagi negara bagian California lantaran tidak suka dengan Trump.

Baca: Trump Presiden AS, Silicon Valley Ingin Pisah dan Jadi Negara Sendiri

Akan halnya Cook, dalam suratnya yang diplomatis tersebut, sang Chief Executive menyarankan para pegawai supaya saling berkomunikasi apabila "merasa cemas".

"Perusahaan kami terbuka untuk semua. Kami merayakan keberagaman tim kami di Amerika Serikat dan seluruh dunia, tak peduli seperti apa penampilan mereka, asal mereka, apa yang mereka sembah, atau siapa pun yang mereka cintai," kata Cook.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisOik Yusuf
EditorDeliusno
SumberBuzzFeed
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM