Rabu, 29 Maret 2017

Kamera “Mirrorless” Canon Bakal "Kanibal" DSLR Sendiri?

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Sintra Wong, Manager Canon Image Communication Division PT Datascrip (kiri), dan Merry Harun, Canon Division Director PT Datascrip, dalam acara peluncuran kamera mirrorless Canon EOS M5 di Gili Trawangan, Lombok, Kamis (1/12/2016).

KOMPAS.com - Melalui EOS M5, Canon mulai “serius” di pasaran kamera mirrorless. Berbeda dari produk-produk kamera mirrorless Canon sebelumnya, EOS M5 menyasar segmen fotografer berpengalaman, termasuk pengguna DSLR.

Di hierarki produk-produk camera Canon, EOS M5 diposisikan di segmen “amateur” yang sama dengan kamera DSLR EOS 80D.

Sintra Wong, Manager Canon Image Communication Division PT Datascrip selaku distributor produk-produk Canon di Indonesia, mengakui pemosisian tersebut bisa berakibat pada kanibalisasi pasaran EOS 80D oleh EOS M5.

Baca: Kamera EOS M5 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp 14 Juta


Advertisment

Terlebih, kedua kamera berbagi banyak teknologi yang sama, seperti sensor APS-C 24 megapiksel dan teknologi fokus Dual-Pixel AF. EOS M5 tak ubahnya EOS 80D dalam bentuk lebih ringkas dan harga yang sebanding di kisaran Rp 14 juta (body only).

Meski demikian, Sintra optimis EOS 80D masih memiliki  kelebihan tersendiri yang bakal membuatnya lebih diminati kalangan pengguna kamera tertentu, dibanding EOS M5.

“Misanya saja jurnalis. DSLR masih terhitung lebih kokoh dan nyaman digenggam dibanding kamera mirrorless,” ujar Sintra saat berbicara di acara peluncuran EOS M5 di Gili Trawangan, Lombok, Kamis (1/12/2016).

Di samping faktor bodi yang lebih kuat, menurut dia, kecepatan pengoperasian kamera DSLR juga masih unggul dibandingkan kamera mirrorless secara keseluruhan sehingga cocok untuk pengguna yang membutuhkan kamera responsif.

Baca: Apa Itu Kamera Mirrorless, Bedanya dengan DSLR?

Sebaliknya, mirrorless seperti EOS M5 unggul di segi ukuran fisik yang lebih kecil sehingga lebih mudah dibawa-bawa. Keunggulan ini turut didukung oleh lensa-lensa mirrorless Canon dari EF-M yang juga lebih ringkas dari lensa DSLR.

“Soal user interface, keduanya (DSLR dan mirrorless Canon) mirip-mirip sehingga pengguna bakal lebih familiar,” ujar Sintra. “Ke depan, saya pikir DSLR dan mirrorless Canon tidak akan saling membunuh, tapi saling melengkapi,” pungkasnya.

Di pasaran dunia, popularitas kamera mirrorless semakin menggeser kamera DSLR.

Data pengapalan kamera digital sepanjang periode Januari hingga Oktober 2016 dari Camera & Imaging Product Association (CIPA), misalnya, menunjukkan bahwa mirrorless sudah menguasai lebih dari 25 persen pasaran kamera interchangeable lens (ILC) global, baik dari segi kuantitas maupun value.

ILC merupakan kategori produk kamera dengan lensa yang bisa diganti-ganti. Di dalamnya ada dua sub-kategori, yakni DSLR tradisional dan mirrorless yang juga disebut sebagai “non-reflex”.

Baca: Masuk Belakangan di Segmen Mirrorless, Canon Tetap Pede

Penulis: Oik Yusuf
Editor : Deliusno
TAG: