Pakai Ponsel 5,5 Jam Sehari, Orang Indonesia "Ngapain" Saja? - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Samsung

Pakai Ponsel 5,5 Jam Sehari, Orang Indonesia "Ngapain" Saja?

Palupi Annisa Auliani
Kompas.com - 19/12/2016, 09:41 WIB
Thinkstock Ilustrasi penggunaan ponsel pintar


KOMPAS.com –
Riset mendapati rata-rata orang Indonesia ternyata menghabiskan waktu berjam-jam bersama smartphone di genggaman. Kenapa dan buat apa saja?

“Orang (Indonesia) menghabiskan waktu sampai 5,5 jam per hari di hadapan smartphone," sebut Regional Director, Digital GFK Asia, Karthik Venkatakrishnan di acara Social Media Week 2016, seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (24/2/2016).

Kalimat itu datang berdasarkan hasil penelitian lembaga riset GFK mengenai perilaku pengguna internet di Indonesia. Salah satu temuannya adalah yang dikemukakan oleh Kathik tadi.

Dalam riset itu dijelaskan bahwa kegiatan pengguna memang tak selalu online. Aktivitas seperti mengirim pesan, mencatat sesuatu, dan membuka kalendar mungkin saja dilakukan. Namun, yang pasti, semua hal itu dilakukan dengan smartphone.

Penelitian yang dilakukan GFK adalah hasil observasi lima wilayah di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Bodetabek, Bandung, Surabaya, dan Semarang, pada periode Oktober-November 2015.

Hasilnya, mayoritas orang mengakses internet rata-rata berusia di atas 13 tahun dan menggunakan smartphone.

Jumlah orang yang memakai smartphone mencapai 93 persen dari populasi pengguna internet. Jumlah ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan penggunaan tablet dan komputer desktop.

"Pengguna tablet hanya mencapai angka 5 persen. Sementara pengguna desktop juga masih di angka 11 persen," tambah Karthik.

Cerminan hal itu berdampak pada jumlah penjualan smartphone yang pada rentang waktu tersebut mencapai 33 juta unit.

Mengatasi kebosanan

Pertanyaannya, kenapa orang Indonesia punya kelekatan sedemikian erat dengan ponsel pintar? Smartphone terlihat sudah menjadi bak oase, penghiburan di tengah padatnya aktivitas orang di kota-kota besar.

Saat berada di transportasi umum atau antrean belanjaan, misalnya, para pengguna smartphone dapat menyisihkan waktu untuk membaca e-book atau berita, membuka aplikasi hiburan, menonton film streaming, bermain game, mendengarkan musik, atau bahkan hanya chat dengan teman.

Thinkstock Ilustrasi penggunaan smartphone.

Oleh karenanya, bagi kebanyakan pengguna ponsel pintar saat ini yang penting adalah fitur di dalamnya. Berbeda dengan ponsel feature, smartphone bisa diisi beragam fitur, aplikasi, atau konten sesuai kebutuhan dan keinginan pengguna.

Lalu bagaimana perilaku penggunanya, terutama soal konten?

Penelitian yang dirilis GFK menemukan variasi topik dan konten yang diakses berdasarkan usia. Pengguna di kelompok usia 13-22 tahun, misalnya, lebih suka berita hiburan, hobi, lalu fashion, dan kecantikan.

Sementara kelompok usia 23-32 tahun cenderung menyukai topik bisnis dan ekonomi, traveling, serta hobi. Selanjutnya, kelompok usia 33-42 tahun ditemukan lebih banyak mengonsumsi topik sosial dan religi.

Sementara itu, kelompok usia di atasnya, 43-52 tahun, cenderung mengutamakan topik religi. Barulah setelah itu mereka beralih pada topik lain seperti sains dan teknologi, politik, edukasi, serta sosial.

"Di sini terlihat bahwa semakin tua usia seseorang, maka akan beralih ke topik yang lebih berat dan serius. Misalnya, religi," ujar Karthik.

Nah, akhirnya dalam memilih smartphone pun pengguna punya kriteria. Lagi-lagi, kriteria itu berhubungan dengan apa yang paling bisa menunjang kebutuhan untuk fitur, konten, dan aplikasi.

Masyarakat kota dengan waktu sempit, misalnya, cenderung menimbang kriteria seperti kapasitas besar untuk baterai dan RAM, penyimpanan yang longgar, dan fitur khusus terkini bawaan smartphone.

Karena keseluruhan spesifikasi dapat menentukan performa smartphone saat digunakan nanti, pemilihan kriteria tersebut akan jadi pertimbangan pertama saat mencari ponsel baru.

Kabar baiknya, sekarang ada smartphone dengan kemampuan yang dapat menjawab beragam tantangan semacam itu. Samsung Galaxy On7, misalnya.

Dengan kapasitas RAM 1,5 GB, aktivitas multitasking dan pengunduhan aplikasi dengan data tinggi sudah bisa dijalankan tanpa perlu khawatir lemot atau tersendat.

Ponsel ini sudah dipasangi prosesor grafis seri Mail-T720 sehingga memungkinkan pengguna bermain game yang mensyaratkan kemampuan grafis tinggi.

Untuk fitur bawaan, pengguna yang memiliki hobi foto sudah bisa mengandalkannnya menjadi alat dokumentasi harian dengan resolusi kamera belakang 13 MP dan kamera depan 5 MP.

Koneksi internet pun tak akan membosankan karena sudah mampu berjalan di jaringan 4G LTE. Terlebih lagi, membeli smartphone ini otomatis akan mendapat gratis kuota Indosat Ooredoo 12 GB dengan tambahan 1 GB akses Spotify.

Pilihan lain, pengguna ponsel ini berpeluang pula mendapatkan JBL MIcrowireless Speaker selama masa promosi. Catat, semua peluang tawaran tersebut bisa didapat mulai 2 Desember 2016.

Jadi inikah #AlasanGantiBaru ponsel lama Anda?

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisPalupi Annisa Auliani
EditorSri Noviyanti
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM