Raksasa Internet China Alibaba Masuk Daftar Hitam di AS - Kompas.com

Raksasa Internet China Alibaba Masuk Daftar Hitam di AS

Reska K. Nistanto
Kompas.com - 25/12/2016, 09:48 WIB
ist Ilustasi e-commerce Alibaba

KOMPAS.com - Taobao Marketplace, situs e-commerce besar di Cina yang dimiliki Alibaba Group, masuk dalam daftar hitam di Amerika Serikat (AS) karena menjual barang-barang tiruan.

Dikutip KompasTekno dari BBC, Minggu (25/12/2016), keanggotaan Alibaba pun untuk sementara juga dicabut dari Koalisi Anti Produk Bajakan Internasional, IACC, terkait produk tiruan di situs milik anak perusahaannya itu.

Alibaba menolak tuduhan tersebut. Menurut Alibaba, pihaknya sudah mengawasi situs e-commerce-nya dengan lebih baik. Mereka juga menduga bahwa 'perubahan iklim politik' di AS belakangan ini yang mungkin menjadi alasan sehingga pihaknya kembali masuk dalam daftar.

Pada masa kampanyenya, presiden terpilih AS, Donald Trump memang beberapa kali menuduh perusahaan-perusahaan Cina mencuri hak kekayaan intelektual.

Baca: Hari Jomblo, Alibaba Cetak Rekor Transaksi Rp 238 Triliun

Presiden Alibaba, Michael Evans, mengatakan amat kecewa dengan keputusan tersebut dan mempertanyakan apakah tuduhan itu 'didasarkan pada fakta atau dipengaruhi oleh iklim politik saat ini'.

Awal tahun ini Taobao mengatakan sudah memperketat pengawasan atas penjualan barang-barang mewah, dengan meminta para penjual memperlihatkan bukti keasliannya. Lebih dari 250 penjual di Taobao-termasuk rumah mode Gucci dan Michaels Kors- mengancam akan keluar dari IACC jika keanggotaan Alibaba tidak dicabut.

Dalam paparannya kepada investor, Taobao mengatakan aplikasi mobile-nya sendiri membawa 150 juta pengunjung setiap hari. Marketplace-nya juga mendapat 20 juta ulasan produk setiap harinya.

Dari semua bisnis yang dimiliki, Alibaba menjual berbagai barang senilai 500 miliar dollar AS sepanjang 2015 lalu, dari 10 juta merchant yang menggunakan platformnya.

September 2014 lalu, Alibaba -yang merupakan situs e-commerce terbesar di Cina- melepas sahamnya di Bursa New York dan memecahkan rekor dengan menghimpun dana sebesar 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp 336 triliun.

Baca: Raksasa E-commerce China Alibaba Akuisisi Lazada

PenulisReska K. Nistanto
EditorReska K. Nistanto
SumberBBC

Komentar

Terkini Lainnya

Telkomsel Ditetapkan Sebagai Pemenang Lelang Frekuensi 2,3 GHz

Telkomsel Ditetapkan Sebagai Pemenang Lelang Frekuensi 2,3 GHz

e-Business
Yuk, Jelajahi Planet Mars dari PC atau Gadget

Yuk, Jelajahi Planet Mars dari PC atau Gadget

Internet
Xiaomi Redmi Note 5 Ikut Tren Layar 18:9?

Xiaomi Redmi Note 5 Ikut Tren Layar 18:9?

Gadget
iPhone X Dorong Pertumbuhan Industri Smartphone

iPhone X Dorong Pertumbuhan Industri Smartphone

e-Business
XL Luncurkan Kartu Prabayar Xtra Fun

XL Luncurkan Kartu Prabayar Xtra Fun

e-Business
Fitur Baru ShareIt Permudah Transfer File dari dan ke Smartphone

Fitur Baru ShareIt Permudah Transfer File dari dan ke Smartphone

Software
Facebook Uji Fitur Langganan Berita

Facebook Uji Fitur Langganan Berita

Internet
Pesawat 'Widebody' Generasi Baru A330neo Terbang Perdana

Pesawat "Widebody" Generasi Baru A330neo Terbang Perdana

Hardware
Pokemon Go Kedatangan Monster Hantu di Perayaan Halloween

Pokemon Go Kedatangan Monster Hantu di Perayaan Halloween

Software
Begini Cara Diet Petinggi Facebook

Begini Cara Diet Petinggi Facebook

e-Business
Perkembangan Robot Manusia dari Masa ke Masa

Perkembangan Robot Manusia dari Masa ke Masa

Hardware
Adobe Perkenalkan Aplikasi Edit Foto Lightroom CC Berbasis Cloud

Adobe Perkenalkan Aplikasi Edit Foto Lightroom CC Berbasis Cloud

Software
Samsung Galaxy Note 8 Bakal Dibekali Teknologi AR Google

Samsung Galaxy Note 8 Bakal Dibekali Teknologi AR Google

Software
Penjualan iPhone 8 Lesu, Saham Apple Turun

Penjualan iPhone 8 Lesu, Saham Apple Turun

Gadget
Uber Bangun Kota untuk Uji Mobil Tanpa Sopir

Uber Bangun Kota untuk Uji Mobil Tanpa Sopir

e-Business
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM