Rabu, 29 Maret 2017

Memotret dengan Huawei P9

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Unit kamera ganda dengan teknologi Leica di punggung Huawei P9.

KOMPAS.com - Pertama kali diperkenalkan pada bulan April lalu, Huawei P9 terlambat masuk Indonesia lantaran terganjal ketentuan soal Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Ponsel andalan dari negeri China ini baru hadir di pasaran Tanah Air pada bulan Desember.

Meski begitu, Huawei P9 tetap memiliki daya tarik tersendiri. Banderol harganya yang dipatok sebesar Rp 7 juta terbilang lebih murah dibandingkan ponsel flagship dari pabrikan lain. Selain itu ada juga fitur andalan berupa kamera ganda yang dikembangkan bersama dengan produsen kamera legendaris asal Jerman, Leica.

Unit penangkap gambar utama pada Huawei P9 terdiri dari dua kamera. Keduanya sama-sama dilengkapi dengan sensor Sony IMX 286 12 megapiksel serta lensa "Leica Summarit" dengan bidang pandang wide-angle seluas 27mm (ekuivalen full-frame) dan aperture F2.2.

Bedanya, satu unit kamera (lensa sebelah kanan) mampu menangkap seluruh spektrum warna seperti kamera smartphone lain pada umumnya. Sementara unit kamera kedua (lensa sebelah kiri) dikhususkan untuk menangkap gambar monokrom alias hitam putih.


Advertisment

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Tampak depan Huawei P9 varian warna putih. Tubuh ponsel ini terbuat dari cangkang logam mengilap yang terasa agak licin dalam genggaman tangan.

Saat dipakai menangkap gambar full-color, kedua kamera bekerja secara bersamaan. Dua tangkapan gambar dari kamera warna dan monokrom lalu digabungkan menjadi satu foto akhir. Teknik ini diklaim bisa meningkatkan kualitas dalam hal detil foto yang terekam dan kontras gambar.

Di luar kamera ganda yang ditujukan untuk para penggemar fotografi, Huawei P9 yang dipasarkan di Indonesia dibekali spesifikasi mumpuni. Smartphone dengan bentang layar 5,2 inci (1.920 x 1.080 piksel) ini memiliki prosesor octa-core HiSilicon Kirin 955, RAM 3 GB, media internal 32 GB, dan port USB Type-C.

Seperti apa kemampuan Huawei P9 dalam merekam foto dan video? Ikuti penelusuran KompasTekno berikut ini.

Baca: Patuhi TKDN, Huawei Ingin Jadi Anak Baik

Antarmuka kamera

Sesuai dengan fitur andalannya yang mengedepankan teknologi kamera hasil kerja sama dengan Leica, antarmuka aplikasi kamera Huawei P9 tampak dirancang untuk mempermudah pengguna yang gemar memotret. Tampilannya terlihat ala Leica dengan latar hitam serta font putih dan jingga khas pabrikan Jerman tersebut.

Antarmuka default dalam mode "Auto" berisikan serangkaian ikon standar seperti tombol shutter, tombol mode video, galeri, flash, filter, dan preset warna film yang dibagi menjadi tiga pilihan, yakni "Standard", "Vivid Color," dan "Smooth Color".

Ada juga tombol khusus berbentuk serupa mekanisme aperture lensa yang berfungsi mengaktifkan mode simulasi efek Depth of Field (DoF) lensa kamera.

Huawei P9 menyediakan mode manual bernama "Pro" yang bisa diakses dengan mudah, cukup menyapu tombol slider yang berada tepat di atas ikon shutter (dalam orientasi portrait) ke arah atas. Serangkaian opsi pengaturan parameter foto kemudian akan ditampilkan di sisi bawah layar, termasuk pengaturan ISO, kecepatan rana, exposure compensation, focus mode, white balance, dan metering mode.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com \Tampilan antarmuka aplikasi kamera Huawei P9 untuk mode Auto (kiri), manual alias Pro (tengah), dan video.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Screen2 Aneka mode pemotretan (kiri), pengaturan setting kamera (tengah) dan video.

Metering bisa dilakukan di area yang berbeda dari titik fokus. Caranya, sentuhkan jari ke bidang frame yang ingin dijadikan titik fokus, lalu tahan sekitar satu detik sampai ponsel bergetar dan memunculkan lingkaran terpisah di dalam lingkaran titik fokus. Lingkaran kedua yang berlambang lampu ini kemudian bisa digeser ke area lain dalam frame untuk melakukan metering cahaya dari titik tersebut.

Hal ini berguna untuk memperoleh exposure ideal dalam kondisi tertentu, misalnya saat sumber cahaya berada di belakang subyek (backlight) sehingga subyek terlihat gelap.

Aneka mode pemotretan yang berbeda seperti mode monokrom, HDR, timelapse, dan slow motion bisa diakses dengan menyapukan jari ke arah kanan layar. Sapukan jari ke arah kanan untuk mengakses setting kamera semacam resolusi, GPS tag, penambahan assistive grid, dan pilihan format gambar RAW (DNG).

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Mode High Dynamic Range (kiri) milik Huawei P9 berhasil mempertahankan detil pada area terang (highlights) dalam frame, namun exposure secara keseluruhan tampak sedikit lebih gelap.

Baca: Ini Sebab Huawei P9 Telat Masuk Indonesia

Tiga warna "film"

Selain lensa, Huawei P9 turut melengkapi diri dengan tiga mode warna "film" berbeda yang diklaim mampu menyimulasikan penampilan foto hasil jepretan kamera Leica. Ketiganya adalah "Standard", "Vivid Color", dan "Smooth Color", yang bisa diakses lewat icon berbentuk frame film di sisi atas antarmuka kamera.

Mode standar sudah memiliki saturasi warna yang tergolong tinggi. Mode Vivid Color jauh meningkatkan saturasi tersebut sehingga warna tampak sangat cerah dan pekat. Kontras juga meningkat jauh sehingga menegaskan perbedaan antara area gelap dan terang dalam frame. Selain itu, Vivid Color juga menambahkan efek "vignetting" berupa area gelap di empat pojokan frame.

Mode Smooth Color juga meningkatkan saturasi, kontras, dan menambah vignetting. Hanya saja, saturasi warnanya tak setinggi mode Vivid Color. Perbedaan tampilan ketiga simulasi "film" ini bisa dilihat dalam foto perbandingan di bawah.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Penampilan mode film Standard (kiri), Vivid Color (tengah), dan Smooth Color.
Oik Yusuf/ KOMPAS.com Style Penampilan mode film Standard (kiri), Vivid Color (tengah), dan Smooth Color.

Efek Depth of Field

Efek Depth of Field (DoF) di mana hanya subyek utama foto yang terlihat fokus sementara latar depan dan belakang terlihat buram biasanya hanya bisa didapatkan dengan mudah lewat penggunaan kamera digital bersensor besar, macam DSLR atau mirrorless.

Namun, aneka smartphone high-end belakangan ini bisa menyimulasikan efek serupa dengan teknik pengukuran jarak subyek dan fore/background (depth sensing). Teknik ini mensyaratkan adanya dua kamera yang bekerja secara bersamaan. Huawei P9 pun memiliki kemampuan serupa yang bisa diakses lewat mode DoF.

Untuk mengaktifkannya, cukup klik ikon bundar berbentuk mirip mekanisme aperture lensa di bagian atas antarmuka kamera. Tampilan kamera di layar ponsel pun akan berubah dengan simulasi DoF secara real-time.

Usai menjepret gambar, pengguna masih bisa memilih area mana pada gambar yang ingin djadikan titik fokus. Ingin fokus pada subyek di latar belakang? Cukup arahkan titik fokus ke area itu. Kuantitas DoF alias "seberapa buram" area out-of-focus bisa diatur lewat slider yang menyimulasikan lebar aperture pada lensa.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Mode DoF Simulation memungkinkan pengguna Huawei P9 memilih titik fokus, apakah di subyek utama (kiri), background (kanan), atau seluruh area frame.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Screen3 Luas bidang fokus bisa diatur agar tipis atau tebal dengan menggeser slider simulasi aperture lensa. Foto bisa diatur agar memiliki DoF tipis (F0.95, kiri), sedang (F4.0, tengah), atau tebal (F16). Perhatikan luas bidang fokus yang semakin jauh di background alias semakin tajam seiring dengan penurunan aperture (F0.95 ke F16).

Besar "bukaan" lensa dalam simulasi ini bisa diatur dari F0.95 dengan bidang fokus yang sangat tipis hingga F16 yang akan membuat seluruh frame menjadi fokus, baik subyek utama, backround, maupun foreground.

Efek blur yang dihasilkan oleh mode DoF Huawei P9 ini terbilang indah dan menarik untuk ukuran ponsel. Memang, kadang masih ada kesalahan pemburaman, terutama di pinggiran subyek yang fokus pada simulasi bukaan paling lebar (F0.95-F2.8). Namun, bila diatur dengan tepat, hasilnya bisa mengecoh pandangan, seolah foto benar-benar dihasilkan kamera bersensor besar dengan bokeh (kualitas blur) yang tampak meyakinkan.

Apalagi, bokeh yang dihasilkan lewat efek DoF Huawei P9 tidak terlihat asal diburamkan seperti memakai filter blur pada Photoshop, tapi dibuat agar menyimulasikan tampilan buram out-of-focus lensa kamera sungguhan.

Agar optimal, disarankan untuk menjaga jarak obyek di kisaran 2-3 meter. Huawei P9 kesulitan menghasilkan simulasi efek DoF dengan benar apabila jarak subyek terlalu dekat.  Beberapa contohnya bisa dilihat di bawah.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto dengan mode DoF Simulation.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto dengan mode DoF Simulation.

Page:

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Oik Yusuf
Editor : Deliusno
TAG: