Sampah Elektronik Semakin Menggunung di Asia - Kompas.com

Sampah Elektronik Semakin Menggunung di Asia

Kompas.com - 17/01/2017, 15:05 WIB
Shutterstock.com/Urbanbuzz Ilustrasi aneka telepon genggam bermerek Nokia

KOMPAS.com - Akibat melonjaknya permintaan dan penggunaan gadget, antara 2010-2015 sampah elektronik yang biasa disebut e-waste pun melonjak 63 persen di Asia Timur dan Asia Tenggara, simpul laporan yang disusun Universitas PBB, dalam laman New Scientist.

E-waste adalah istilah untuk barang listrik atau elektronik yang sudah tidak terpakai.

Jika tidak didaur ulang atau dibuang dengan cermat, maka ini kerap dibakar atau dicuci dalam asam untuk mengesktraksi tembaga dan logam lain di dalamnya.

Langkah itu ternyata dapat mencemari air dan udara, untuk kemudian menciptakan kanker dan ketidaksuburan pada pekerja yang terpapar asapnya.

Para peneliti telah meneliti generasi e-waste di 12 negara di Asia Tenggara dan Asia Timur, termasuk China, yang volume sampah elektroniknya meningkat tajam dalam lima tahun ini.

Para peneliti melihat faktor-faktor yang menaikkan e-waste, yang meliputi meningkatnya produk gadget di pasar, naiknya kelas menengah yang bisa membeli lebih dari satu gadget, dan cepatnya turnover gadget akibat pesatnya perubahan teknologi tinggi dan gaya hidup.

"Semakin banyak gadget dan mainan yang digerakkan plug atau baterai, dan ini semua memberikan sumbangan besar kepada bertambah banyaknya e-waste," kata Ruediger Kuehr, kepala penelitian ini, sebagaimana dikutip dari Antara News, Selasa (17/1/2017).

Saat  Asia memproduksi volume e-waste terbesar di dunia, sampah e-waste di Eropa dan Amerika mencapai empat kali dari per kapita mereka.

Sejumlah besar e-waste di negara-negara Barat itu telah diekspor ke negara-negara miskin sehingga memperbanyak sampah elektronik di negara-negara miskin, padahal kebanyakan dari negara-negara ini kekurangan infrastruktur yang aman dan bersih untuk mendaur ulang.

EditorDeliusno

Komentar

Terkini Lainnya

Resmi, Xiaomi Mi 5X Berkamera Ganda dengan Harga Rp 3 Juta

Resmi, Xiaomi Mi 5X Berkamera Ganda dengan Harga Rp 3 Juta

Gadget
XL Tawarkan Paket Unlimited Rp 888.000 per Bulan

XL Tawarkan Paket Unlimited Rp 888.000 per Bulan

Internet
Trump Sesumbar Apple Akan Bangun Tiga Pabrik di AS

Trump Sesumbar Apple Akan Bangun Tiga Pabrik di AS

Gadget
Adobe Sudah Menentukan Tahun Kepunahan Flash

Adobe Sudah Menentukan Tahun Kepunahan Flash

Internet
Inikah Calon CEO Uber yang Baru?

Inikah Calon CEO Uber yang Baru?

e-Business
Kamera Full Frame Nikon D850 Resmi Diperkenalkan

Kamera Full Frame Nikon D850 Resmi Diperkenalkan

Gadget
Servis Xiaomi Dikeluhkan Lelet, Erajaya Janjikan Ganti Unit Baru

Servis Xiaomi Dikeluhkan Lelet, Erajaya Janjikan Ganti Unit Baru

Gadget
Microsoft Paint Tak Jadi Mati

Microsoft Paint Tak Jadi Mati

Software
Drone DJI Spark Berjatuhan dari Langit, Ada Apa?

Drone DJI Spark Berjatuhan dari Langit, Ada Apa?

Gadget
Nokia 8 Meluncur 16 Agustus?

Nokia 8 Meluncur 16 Agustus?

Gadget
Moto Z2 Force Resmi Meluncur, Usung Kamera Ganda

Moto Z2 Force Resmi Meluncur, Usung Kamera Ganda

Gadget
Badut 'It' atau Valak, Siapa yang Paling Seram?

Badut "It" atau Valak, Siapa yang Paling Seram?

BrandzView
Vendor China Bikin Android dengan Baterai 10.000 mAh, Harganya?

Vendor China Bikin Android dengan Baterai 10.000 mAh, Harganya?

Gadget
Kisah Miris Pegawai Facebook

Kisah Miris Pegawai Facebook

Internet
China Mau Bangun Jaringan Komunikasi Anti-retas

China Mau Bangun Jaringan Komunikasi Anti-retas

Internet
Close Ads X