Rabu, 22 Februari 2017

Kapan Waktu Paling Baik untuk "Charge" Smartphone?

Oik Yusuf/ Kompas.com Baterai Li-Po Redmi 2 Prime berkapasitas 2.200 mAh dan dilapis stiker berwarna jingga seperti baterai-baterai smartphone lainnya dari Xiaomi.

KOMPAS.com - Kebanyakan pengguna smartphone mengeluh dengan performa baterai yang boros. Ironisnya, hanya segelintir yang benar-benar merawat baterai.

Sama seperti manusia, baterai juga perlu dirawat agar selalu sehat. Salah satu cara paling sederhana untuk menjaga stamina baterai adalah menge-charge dengan tepat.

Ya, mengisi daya smartphone tak cuma soal memasukkan kabel charge ke port USB. Pengguna harus mengenali waktu yang tepat untuk mengisi daya.

Jangan sampai membiarkan ponsel semalaman di-charge. Pasalnya, sama seperti manusia, baterai juga bisa kenyang daya. Ketika kekenyangan, performanya pun akan menurun.

Baca: Stop Cara Hemat Baterai Android seperti Ini

Menurut engineer senior di Motorola, Mark Carlson, pengguna sebaiknya mengisi baterai ketika menuju kosong, sebagaimana dilaporkan Forbes dan dihimpun KompasTekno, Rabu (18/1/2017).

Jangan sampai benar-benar kosong karena sama saja dengan memberi makan untuk manusia yang benar-benar telah mati. Jangan pula mengisi daya ketika baterai masih setengah penuh karena sama saja dengan memberi makanan manusia ketika masih kenyang.

"Baterai pada kondisi 10 persen akan menyerap daya lebih cepat daripada ketika kondisinya 50 persen," kata Carlson.

Menurut Carlson, menge-charge berlebihan alias overcharging akan berpengaruh pada usia baterai yang lebih pendek. Selain itu, menge-charge juga jangan terlalu sering. Lagi-lagi sesuaikan dengan kebutuhan.

Sebab, baterai punya batasan charge alias charge limit. Jika sudah melampaui batasan itu, performa baterai akan menurun.

Pengguna seyogyanya menge-charge ponsel dalam kondisi 10 persen dan membiarkannya terisi hingga 100 persen. Siklus itu akan terhitung satu kali.

Jika pengguna menge-charge ponsel dalam keadaan 50 persen lalu mencabutnya saat 100 persen, siklus terhitung satu kali padahal pengisiannya cuma 50 persen. Mekanisme ini kurang efisien.

Jadi, masih mau sembarangan menge-charge?

Baca: 7 Mitos dan Kenyataan Seputar Cara Nge-charge Smartphone

Penulis: Fatimah Kartini Bohang
Editor : Reza Wahyudi
Sumber: forbes.com,
TAG: