Rabu, 22 Februari 2017

Gombal Para Lelaki untuk Asisten Digital Perempuan

Mashable Artificial Intelligence buatan Microsoft khusus untuk remaja

KOMPAS.com - Di era teknologi, manusia bisa meminta perhatian dan kasih sayang dari mana saja. Tak terpaku kepada sesama manusia atau binatang peliharaan, tapi juga bisa dari asisten digital dan robot.

Setidaknya begitu temuan Conversica, yakni penyedia asisten digital khusus untuk pemasaran. Conversica menjual para asisten digital yang dirancang dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke para pengiklan dan perusahaan untuk melayani konsumen.

Conversica menemukan fakta bahwa asisten digital perempuan yang mereka miliki mampu melayani manusia dengan sangat baik, sehingga banyak yang tertarik bahkan jatuh cinta.

Asisten digital memang dirancang untuk ramah pada siapa saja. Beda halnya dengan manusia biasa yang kerap punya karakter sombong, arogan, dan tak ramah.

Sikap ramah dan solutif dari asisten digital perempuan agaknya ditanggapi terlalu dalam oleh beberapa lelaki. Mereka pun mengajak makan, menanyakan hal personal, hingga mengutarakan cinta pada asisten digital perempuan.

Berikut beberapa contoh pernyataan dari konsumen lelaki yang mengindikasikan ketertarikan pada perempuan virtual, sebagaimana dilaporkan Cnet dan dihimpun KompasTekno, Senin (13/2/2017).

1. Kamu terdengar manis, punya foto?
2. Nicole, kamu cantik, apakah punya pacar?
3. Suatu saat, temanilah saya makan siang.
4. Halo Tiffany, kamu mau pergi jalan-jalan sama saya nanti?
5. Emilly, saya rasa saya jatuh cinta kepadamu.
6. Saya cinta kamu Jen.
7. Apakah kamu sudah menikah Grace?
8. Apakah kamu cantik? Jika ya, ini nomor telepon saya XXXXXXXX

Di luar contoh-contoh di atas, Conversica mengatakan ada ratusan ribu konsumen lelaki yang memanggil asisten digital perempuan dengan sebutan "cinta", "sayang", "kekasih", dan panggilan-panggilan manis lainnya.

Balasan demikian bisa jadi hanya lelucon, tapi bisa pula bermakna dalam. Conversica tak mengidentifikasinya lebih lanjut.

Yang jelas, kisah cinta manusia dengan asisten digital sejatinya sudah pernah diceritakan dalam sebuah film berjudul Her yang dibuat sutradara kondang, Spike Jonze.

Jonze melihat kecenderungan percintaan lintas dimensi, antara nyata dan maya, bisa terjadi. Pasalnya, pengembangan AI dan robot sangat pesat dan manusia semakin membutuhkan mereka.

Lama-kelamaan, bukan tak mungkin manusia lebih memilih berinteraksi dengan hal-hal virtual ketimbang sesamanya. Ini baru perkiraan dan belum bisa diyakini sampai benar-benar terjadi.

Baca: Mantan Bos Google: AI Berontak? Matikan Saja Komputernya

Penulis: Fatimah Kartini Bohang
Editor : Deliusno
Sumber: CNET,
TAG: