Selasa, 28 Maret 2017

Diperbarui Besar-besaran, "Pokemon Go" Kedatangan 80 Monster Baru

BGR ilustrasi

KOMPAS.com — Update besar-besaran game Pokemon Go, yang biasa disebut generasi kedua, akhirnya dirilis di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Mulai hari ini, Jumat (17/2/2017), pembaruan itu sudah bisa dijajal, baik di smartphone berbasis Android maupun iPhone.

Salah satu fitur yang telah lama ditunggu dari pembaruan tersebut adalah kehadiran berbagai jenis monster Pokemon baru. Total ada 80 jenis Pokemon baru yang dirilis bersamaan dengan update.

Pokemon tersebut terdiri dari berbagai macam tipe yang diambil dari wilayah Johto di seri Pokemon Gold dan Silver.

Beberapa di antaranya adalah Sentret, Chikorita, Cyndaquil, dan Totodile. Selain itu ada juga sistem evolusi baru, seperti Zubat menjadi Crobat, Slowpoke menjadi Slowking, Onix menjadi Steelix, dan Seadra bisa menjadi Kingdra.


Advertisment

Namun, evolusi tersebut tak semuanya bergantung pada Candy, seperti selama ini. Ada beberapa macam evolusi yang akan membutuhkan item tertentu. Contohnya, mahkota untuk mengubah Slowpoke menjadi Slowking atau Water Stone untuk mengubah Seadra menjadi Seaking.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Forbes, Jumat (17/2/2017), bersamaan dengan penambahan Pokemon baru, Niantic juga menambahkan perubahan lain. Beberapa di antaranya penambahan dua berry baru, antarmuka saat pemain bertarung dengan Pokemon liar, dan pengaturan kostum karakter.

Pembaruan generasi kedua ini diharapkan bisa membantu menarik minat orang untuk kembali memainkan Pokemon Go. Pasalnya, sejak beberapa pekan lalu, jumlah pengguna permainan ini cenderung stagnan.

Untuk pembaruan berikutnya, Niantic diprediksi bakal menyematkan model pertarungan player versus player (PvP), fitur bertukar Pokemon, dan mode pertarungan baru.

Untuk mengunduh Pokemon Go di Android, silakan kunjungi tautan berikut. Sementara itu, game versi iOS ada di tautan berikut ini.

Baca: Ancam Keamanan Nasional, "Pokemon Go" Terlarang di China

Penulis: Yoga Hastyadi Widiartanto
Editor : Deliusno
Sumber: Forbes,
TAG: