Janji CEO Uber soal Isu Pelecehan Seksual di Perusahaan - Kompas.com

Janji CEO Uber soal Isu Pelecehan Seksual di Perusahaan

Reska K. Nistanto
Kompas.com - 22/02/2017, 09:20 WIB
Kompas Ilustrasi

KOMPAS.com - CEO Uber Travis Kalanick memberikan tanggapan atas curhatan eks karyawati yang mengaku menerima perlakuan pelecehan seksual saat bekerja di Uber. Menurut Kalanick, apa yang dialami oleh karyawati itu tidak sesuai dengan pendirian Uber.

"Saya baru saja membaca blog Susan Fowler. Apa yang ia gambarkan adalah sangat bertentangan dengan pendirian dan keyakinan Uber," kata Kalanick dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Rabu (22/2/2017).

Kalanick pun meminta Liane Hornsey, Chief Human Resources Officer Uber yang baru untuk segera melakukan investigasi terhadap tuduhan-tuduhan Fowler.

Baca: Eks Karyawati Uber Curhat Pelecehan Seksual yang Dialaminya

Selain menugaskan kepala personalia Uber yang baru untuk menginvestigasi isu pelecehan seksual ini, Uber juga menyertakan dewan direksinya, Arianna Huffington dan mantan Jaksa Agung di era Obama, Eric Holder.

Kalanick berjanji akan memecat karyawan yang diketahui secara sengaja melakukan pembiaran pelecehan seksual terjadi di lingkungan perusahaan.

"Kami ingin menjadikan Uber sebagai tempat bekerja yang adil dan perilaku-perilaku yang dituduhkan tidak memiliki tempat di Uber, dan semua yang memiliki perilaku seperti ini atau menganggap hal ini sebuah hal yang wajar akan dipecat," tegas Kalanick.

Pembiaran

Sebelumnya, eks engineer Uber bernama Susan Fowler menulis pengalaman pelecehan seksual yang dialaminya saat bekerja di perusahaan ride-sharing AS itu di blog pribadinya.

Menurut Fowler, pada tahun 2015, ia menceritakan bahwa atasannya kala itu mengajak berhubungan seks. Fowler menolak ajakan tersebut.

Merasa mengalami pelecehan seksual dalam lingkungan perusahaan, Fowler akhirnya memutuskan untuk bertindak.

Setelah itu, agar tidak terjadi hal yang sama, Fowler dipindah ke divisi lain. Tak lama, Fowler pun berteman dengan wanita lain di Uber. Betapa kagetnya Fowler saat mendengar cerita dari teman barunya itu. Sang teman ternyata pernah mengalami kejadian yang sama dari mantan manajer Fowler.

Tidak terima dengan tindakan perusahaan, keduanya pun memutuskan untuk menghadap ke HR demi menuntut keadilan. Namun, keduanya kembali dibuat kecewa.

Sang HR mengaku baru mendengar satu kasus pelecehan seksual dari sang manajer. Itu pun dari Fowler.

"Itu jelas-jelas bohong, tetapi tidak ada yang bisa saya perbuat. Tidak ada yang bisa kami lakukan. Kami menyerah terhadap HR Uber dan manajer kami setelah itu," tulis Fowler.

Baca: Pelecehan Seksual, Eksekutif Yahoo Digugat

PenulisReska K. Nistanto
EditorDeliusno
Komentar