5 Inovasi Teknologi Kamera "Smartphone" Oppo - Kompas.com

5 Inovasi Teknologi Kamera "Smartphone" Oppo

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 25/02/2017, 10:56 WIB
KOMPAS.com/Deliusno Bagian atas Oppo N1 dilengkapi dengan kamera putar

KOMPAS.com - Bersamaan dengan peluncuran seri F1 pada awal 2016 lalu, Oppo mengganti tagline dari " Oppo Smartphone" menjadi " Oppo Camera Phone". Tagline tersebut mengindikasikan Oppo bakal lebih fokus berinovasi pada teknologi kamera smartphone.

Meski baru setahun mengusung tagline camera phone, kiprah Oppo dalam menciptakan teknologi kamera smartphone sejatinya sudah dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya. Berikut selengkapnya yang dirangkum KompasTekno, Sabtu (24/2/2017).

1. Beautifify (2012)

Oppo menjadi vendor pertama yang membenamkan teknologi pengeditan foto selfie secara default di smartphone. Teknologi ini diperkenalkan pada seri U701 Ulike dan U705T Ulike 2 yang diluncurkan 2012 lalu.

Fitur Beautify memungkinan pengguna mempercantik atau mempercakap hasil selfie segera setelah membidiknya. Pengguna tak perlu mengunduh aplikasi tambahan dari Google Play Store.

Seiring perkembangannya, fitur Beautify sudah beberapa kali diperbarui hingga yang terakhir versi 4.0. Versi tersebut disematkan pada seri F1, F1s, dan F1 Plus.

2. Pure Image Technology

Teknologi ini sejatinya mencakup beberapa fitur pada penyetelan kamera Oppo. Diperkenalkan pertama kali pada seri N1, kini Pure Image sudah sampai ke versi 2.0+ yang mula-mula diimplementasikan pada N3 keluaran 2014 lalu.

Salah satu fitur yang terpatri pada Pure Image 2.0+ adalah Colorfull Night yang memungkinkan pengguna mengambil gambar pada malam hari dengan shutter cepat agar cahaya bisa lebih banyak terhimpun.

Ada juga Expert Mode untuk menyetel kamera seumpama DSLR, Ultra HD untuk fokus yang lebih baik, Slow Shutter untuk mengambil gambar bergerak dengan kecepatan lambat, Tracking Focus untuk mengikuti objek bergerak agar jadi fokus utama, serta masih ada beberapa lagi. Beautify sendiri termasuk dalam fitur yang tercantum pada Pure Image Technology.

3. N-Lens

N-Lens adalah fitur lensa inovatif yang diterapkan pada N1. Terdiri dari enam lapis lensa optik yang terbuat dari infrared coated blue glass, hasil jepretan N-Lens mampu menciptakan foto dengan resolusi hingga 2300 LLPH.

Anti-Reflection (AR) Coating meningkatkan rasio cahaya yang masuk mencapai 98 persen sehingga foto tampak lebih detil dan natural.

Selain menjadi produk pilot penyematan N-Lens, N1 juga menjadi smartphone pertama yang memiliki modul kamera putar hingga 306 derajat.

4. Screen Flash Technology

Teknologi ini sangat membantu para pecinta selfie. Pasalnya, seringkali momentum selfie terjadi di malam hari atau di tempat yang minim cahaya.

Screen Flash Technologu memungkinkan smartphone mengeluarkan cahaya dari layar untuk menerangi area wajah pengguna. Cahayanya pun disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga tak bakal menghasilkan selfie yang terlalu terang.

5. SmartSensor

Di MWC 2016, Oppo memperkenalkan teknologi Smart Sensor, yakni stabilisator kamera yang berbeda dari teknologi OIS pada kamera smartphone lain. Pada OIS, perangkat menggunakan motor untuk menggeser lensa sekitar sehingga gerakan kamera bisa imbang dan stabil.

Berkebalikan, Smart Sensor malah membuat lensa stabil dan membuat sensor melawan gerakan. Smart Sensor dapat memberikan stabilisasi gambar tiga sumbu dan dapat mendeteksi gerakan pada gulungan sumbu.

Berkat kemampuan itu, SmartSensor bisa tiga kali lebih cepat dari teknologi OIS berbasis lensa serta dapat mengompensasi getaran pada gambar hingga 15ms.

Ada beberapa keuntungan dari hal penerapan SmartSensor. Pertama, SmartSensor mampu mengoreksi goyangan di sumbu lain, yakni roll axis, sehingga mampu meredam guncangan dengan lebih efektif.

Kedua, SmartSensor mampu bekerja dengan sangat cepat. OIS di lensa biasanya memiliki jeda "start up" setidaknya 50 milidetik sebelum mulai siap meredam goyangan. Proses serupa pada SmartSensor hanya memakan waktu 15 milidetik.

Ketiga, OIS di lensa umumnya memiliki tingkat presisi antara 3 hingga 5 mikrometer, sementara SmartSensor mampu mengoreksi getaran hingga 0,3 mikrometer, atau 10 kali lebih akurat.

Terakhir, SmartSensor memiliki konsumsi daya lebih rendah dibandingkan OIS pada lensa yang menggunakan motor coil. Penggunaan listrik SmartSensor hanya berkisar di angka 10 miliwatt atau 50 kali lebih rendah dari OIS berbasis lensa.

Dengan berbagai kelebihan di atas SmartSensor diklaim mampu menghasilkan tangkapan gambar yang tajam, bebas buram akibat goyangan di situasi yang kurang ideal sekalipun, misalnya di malam hari atau saat menonton konser musik.

Selanjutnya, pada MWC 2017, Oppo kembali bakal merilis teknologi kamera smartphone yang dinamai "5x". Seperti apa teknologi tersebut? Ikuti laporan langsung KompasTekno dari venue acara di Barcelona, Spanyol, Februari mendatang.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReza Wahyudi
Komentar
Close Ads X