Terlalu Lama Bermain Game, Anak Berisiko Diabetes - Kompas.com

Terlalu Lama Bermain Game, Anak Berisiko Diabetes

Yoga Hastyadi Widiartanto
Kompas.com - 14/03/2017, 12:01 WIB
Thinkstock/Mikael Damkier Ilustrasi bermain game di PC

KOMPAS.com - Terlalu lama duduk di depan layar kaca, baik bermain game, komputer atau menonton televisi, berdampak buruk bagi kesehatan anak. Sebuah penelitian bahkan menyimpulkan bahwa aktivitas tersebut berpotensi memicu diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah diabetes yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang bergerak dan kegemukan (gangguan insulin).

Penulis penelitan itu, Claire Nightinghale mengatakan motivasinya saat itu adalah untuk mengetahui apakah aktivitas di depan layar kaca pada anak-anak dan orang dewasa punya dampak yang sama.

Sebagaiman dilansir KompasTekno dari The Verge, Selasa (14/3/2017), pernah ada penelitian yang mengungkap bahwa terlalu banyak menonton televisi bisa memicu diabetes tipe 2 pada orang dewasa. Penelitian terbaru yang ditulis Nightinghale pun ternyata menunjukkan kesimpulan serupa.

Nightinghale dan timnya menganalisa data dari sekitar 4.500 anak usia sembilan hingga 10 tahun. Anak-anak tersebut berasal dari 200 sekolah di London, Birmingham dan Leicester yang ikut serta dalam program Child Heart and Health Study antara 2004 dan 2007.

Anak-anak tersebut diminta menjawab pertanyaan mengenai durasi bermain game atau menonton televisi per hari. Jawaban anak-anak itu kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran resistensi insulin.

Hasilnya, anak-anak yang mengatakan menyaksikan layar kaca lebih dari tiga jam per hari memiliki resistensi insulin 11 persen lebih tinggi dibanding anak-anak yang durasi menontonnya hanya satu jam per hari. Tingginya resistensi insulin diketahui sebagai salah satu risiko diabetes tipe 2.

Selain kesimpulan itu, Nightinghale  juga mengatakan bahwa mengurangi durasi menonton televisi dan bermain game ternyata berperan positif dalam mencegah diabetes tipe 2 pada anak-anak.

Sekadar diketahui, penelitan ini memiliki sejumlah keterbatasan. Beberapa di antaranya adalah kesimpulan tersebut menunjukkan asosiasi, bukan keterhubungan langsung antara durasi menonton dengan diabetes.

Karena penelitan menggunakan data yang dikumpulkan antara 2004 dan 2007, maka durasi pemakaian smartphone atau tablet masih belum masuk perhitungan.

Penelitian yang ditulis Nightinghale ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Archives of Disease on Childhood.

PenulisYoga Hastyadi Widiartanto
EditorReska K. Nistanto
SumberThe Verge,
Komentar
Close Ads X