Apple Ketahuan Bersekongkol Atur Harga Jual iPhone - Kompas.com

Apple Ketahuan Bersekongkol Atur Harga Jual iPhone

Oik Yusuf
Kompas.com - 15/03/2017, 10:42 WIB
Wicaksono Surya Hidayat/ KOMPAS.com Logo Apple di salah satu sisi gedung toko barunya di kota San Francisco, AS

KOMPAS.com - Otoritas Rusia mencurigai Apple melakukan praktik pengaturan harga (price fixing) dengan bersekongkol dengan para retailer agar mematok harga iPhone di angka tertentu.

Setelah melakukan penyelidikan selama tujuh bulan sejak Agustus 2016, Badan Anti-monopoli Rusia (FAS) menyimpulkan bahwa Apple memang bersalah melakukan praktik price fixing secara ilegal terhadap 16 retailer iPhone di negara tersebut.

FAS mengatakan, Apple mengawasi harga jual iPhone yang diecer oleh para retailer dimaksud. Apabila ditemukan ada retailer yang menjual di bawah harga yang ditetapkan, Apple akan mengeluarkan teguran dengan disertai ancaman pemutusan kontrak penjualan.

Price Fixing yang termasuk kejahatan kerah putih ini telah dilakukan sejak peredaran iPhone 5S di Rusia pada 2013, lalu berlanjut hingga iPhone 6S pada 2016.

Informasi yang dirangkum KompasTekno dari Financial Times menyebutkan bahwa Apple diberi waktu tiga bulan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut di pengadilan.

Apabila telah mengajukan banding dan tetap kalah, Apple terancam harus membayar denda sebesar 15 persen dari total nilai penjualannya di Rusia.

Ini bukan kali pertama Apple terlibat aktivitas price fixing. Pada Juni 2015, misalnya, pengadilan banding di New York, Amerika Serikat, memutuskan bahwa Apple bersalah melakukan konspirasi dengan lima penerbit untuk menetapkan harga e-book. Ketika itu Apple setuju membayar denda sebesar 430 juta dollar AS.

Kasus serupa juga terjadi pada Google. Badan anti-monopili Rusia pernah menyatakan Google bersalah memaksa para pabrikan smartphone agar mengedepankan layanan-layanannya di produk smartphone masing-masing. Google dikenai denda senilai 7,4 juta dollar AS.

Apple sendiri diketahui menerapkan kontrol ketat atas harga produk-produknya di berbagai wilayah pasar. Hal ini dilakukan untuk menjaga margin profit agar tetap tinggi.

Baca: Apple Bakal Ganti Konektor Ciri Khas iPhone?

PenulisOik Yusuf
EditorReska K. Nistanto
Komentar