6 "Startup" Indonesia Dapat Dana Rp 666 Juta dari Google - Kompas.com

6 "Startup" Indonesia Dapat Dana Rp 666 Juta dari Google

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 16/03/2017, 17:24 WIB
Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.com Perwakilan dari enam startup yang mewakili Indonesia di Google Launchpad Accelerator ke-3 di Mountain View, San Francisco.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada beberapa manfaat yang diperoleh enam startup lokal pilihan Google di ajang Launchpad Accelerator ke-3 di Mountain View, San Francisco, AS.
?
Pertama, mereka mendapat kesempatan belajar dengan pakar startup dan membangun jaringan dengan pelaku startup dari negara lain.
?
Kedua, mereka akan dibimbing secara intens selama enam bulan, setelah dua minggu jalan-jalan sambil belajar di markas Google. Bimbingan itu terkait strategi pemasaran, penghitungan bisnis, hal-hal teknis, hingga budaya kerja.
?
Terakhir, masing-masing dari startup tadi juga dibekali dana segar tanpa ekuitas dari Google senilai 50.000 dollar AS atau setara Rp 666 juta. Lantas, mau diapakan dana tersebut?
?
Keenam startup lintas sektor yang terdiri dari Snapchart, Qlue, iGrow, Jurnal, Ruma, dan PicMix, punya jawaban yang hampir mirip tapi tak serta-merta sama.
?
“50 persen akan kami gunakan untuk pengembangan produk, 50 persen lagi untuk meningkatkan fasilitas research and development (RnD) kami di daerah Jonggol,” kata founder iGrow, Andreas Senjaya, Kamis (16/3/2017), dijumpai saat media gathering Google di The Hook, Jakarta.
?
iGrow merupakan startup asal Depok yang membantu petani yang menganggur, lahan yang tak terpakai, dan para investor untuk dapat menghasilkan makanan organik dengan kualitas tinggi, serta pendapatan yang berkelanjutan. Layanan ini berbasis perangkat lunak manajemen pertanian.
?
Lain iGrow, lain pula PicMix. Jejaring sosial yang kerap dijuluki sebagai “Instagram untuk BlackBerry” tersebut mengaku baru saja dapat dana segar dari investor sebesar 3 juta dollar AS atau sekitar Rp 40 triliun.
?
Karenanya, dana dari Google tak akan diirit. Mereka bakal melakukan eksperimen yang berisiko tinggi.
?
“Kami akan habiskan duit itu (Rp 666 juta dari Google) untuk bereksperimen. Mungkin risikonya tinggi, tapi kalau berhasil layanan kami akan naik ke tahapan berikutnya,” kata co-founder sekaligus Head of Strategy PicMix, Sandy Colondam, pada kesempatan yang sama.
?
Qlue yang merupakan layanan informasi untuk implementasi smart city ingin menggelontorkan dana dari Google untuk memanfaatkan tool-tool teknis di Google. Hal itu juga yang akan dilakukan startup akuntansi online, Jurnal.
?
Sementara itu, Snapcart yang merupakan layanan analitik data berbasis struk belanja, akan menggencarkan pengembangan produk. Ruma sebagai layanan yang menyediakan alternatif bisnis menengah juga akan mengembangkan produknya lebih jauh lagi.
?
Diketahui, Launchpad Accelerator sudah tiga kali diselenggarakan. Pesertanya adalah pelaku startup dari beberapa negara berkembang. Selain Indonesia, ada juga dari Meksiko, Thailand, Malaysia, Vietnam, India, Brasil, dan Meksiko.
?
Keikutsertaan Indonesia adalah salah satu wujud komitmen Google untuk melatih 100.000 developer mobile Indonesia hingga 2020 mendatang. Hal ini sejalan dengan program pemerintah mewujudkan 1.000 startup mapan pada tahun yang sama.

Baca: Ini Startup Terbaik di Google Launchpad Week Jakarta

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReska K. Nistanto
Komentar
Close Ads X