Pemerintah Kalbar Deklarasikan Masyarakat Anti-hoax - Kompas.com

Pemerintah Kalbar Deklarasikan Masyarakat Anti-hoax

Kontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
Kompas.com - 20/03/2017, 19:23 WIB
Dok. Biro Humas Pemprov Kalbar Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya saat menandatangani Deklarasi Masyarakat Anti Hoax usai apel di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak (20/3/2017)

Keyword Photo : PONTIANAK, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendeklarasikan Masyarakat Anti- Hoax. Deklarasi ini juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara pada Minggu (19/3/2017) di Kantor Gubernur Kalbar di Pontianak.

Rangkaian kegiatan itu kemudian dilanjutkan dengan apel deklarasi di halaman kantor gubernur yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, Senin (20/3/2017) pagi.

Rudiantara mengatakan, hoax bukan sekadar informasi palsu. Namun lebih dari itu, informasi hoax yang kemudian menjadi viral di media sosial bisa memicu keributan, bahkan merembet hingga menjadi kerusuhan. Informasi hoax tersebut, menurutnya menghabiskan energi dan berpotensi mengganggu keamanan nasional.

Pemerintah pun saat ini serius dalam upaya memerangi berita-berita hoax. Pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk menekan beredarnya berita-berita hoax tersebut, salah satunya melakukan pemblokiran situs.

"Pemblokiran sebenarnya merupakan langkah akhir. Nah, untuk tingkat Provinsi, Kalimantan Barat menjadi Provinsi pertama dalam deklarasi masyarakat Anti-Hoax," ujar Rudiantara, Minggu (19/3/2017).

Sementara itu, Christiandy Sanjaya dalam sambutannya pada apel deklarasi mengatakan, deklarasi ini sebagai respon atas maraknya informasi di media sosial, yang kini cenderung menyajikan berita yang masih perlu dipastikan keakuratannya maupun kejelasan sumbernya.

"Oleh karena itu mari kita jaga dan kita pelihara situasi dan kondisi daerah yang sudah kondusif, aman dan damai ini," ungkap Christiandy.

Mengingat dampak negatif berita hoax, maka perlu diingatkan kembali kepada seluruh Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat khususnya dan seluruh warga masyarakat Kalimantan Barat agar berani mengatakan tidak dan menolak berita-berita hoax.

“Gunakan media tersebut hanya untuk hal-hal yang positif dan produktif, karena banyak aspek kehidupan yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan, misalnya untuk pengembangan usaha/bisnis, terutama bagi UMKM dan sebagainya,” pungkasnya.

Baca: Ikan Tongkol dan Hoax Disleksia: Meramu Kebohongan demi Simpati

PenulisKontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
EditorReska K. Nistanto

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM