Bekraf Beri Pelatihan "Coding" bagi TKI Perempuan di Luar Negeri - Kompas.com

Bekraf Beri Pelatihan "Coding" bagi TKI Perempuan di Luar Negeri

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 24/03/2017, 16:32 WIB
Cyberprogrammers.net Ilustrasi coding.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) kembali menggelar pelatihan pemrograman komputer ( coding) khusus ibu-ibu yang dinamai " Coding Mum". Setelah menyasar kaum ibu-ibu, kini Bekraf juga menyasar buruh migran agar belajar coding.

Pelatihan ini pertama kali digelar pada Februari 2016 lalu di beberapa kota di Indonesia, yakni Jakarta, Malang, Bandung, Surabaya, Bogor, dan Makassar. Tak kurang dari 170 ibu-ibu kini bisa melakukan pemrograman sederhana. Keahlian itu berguna dalam mengembangkan bisnis digital menengah, sehingga membantu menggerakkan ekonomi kreatif nasional.

Pada gelaran Coding Mum tahun, Bekraf tak hanya menyasar ibu-ibu rumah tangga di Tanah Air, melainkan juga yang berada di luar negeri, tepatnya mereka yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia.

Tujuannya, buruh migran Indonesia memiliki keterampilan tambahan dan mampu mengembangkan usaha digital ketika kembali ke Indonesia. Paling tidak, mereka juga bisa menjadi programmer.

Kami menilai ibu-ibu yang stay home sebetulnya punya potensi besar karena pendidikannya cukup baik dan waktunya relatif fleksibel. Dengan keterampilan coding, mereka bisa menambah penghasilan untuk kebutuhan rumah tangga," kata Kepala Bekraf, Triawan Munaf, Jumat (24/3/2017), dalam acara pengumuman Coding Mum 2017 di Lobi A Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta.

"Tahun lalu kami dapat respons positif. Lalu tahun ini kami pikir, kenapa tidak sasar TKW," ia menambahkan.

Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.com Dua di tengah: Triawan Munaf (kiri), Kepala Badan Ekonomi Kreatif, dan Hanif Dhakiri (kanan), Menteri Ketenagakerjaan Indonesia di acara peresmian Coding Mum Luar Negeri, Jumat (24/3/2017).
Triawan berharap pelatihan ini mempercepat efek bola salju pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal serupa diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, pada kesempatan yang sama.

"Salah satu faktor adanya pengangguran adalah kurangnya keterampilan. Gerakan Coding Mum ini kami harapkan bisa mengatasi tantangan yang ada," ia menuturkan.

12 angkatan

Untuk pelaksanaan Coding Mum di luar negeri, Bekraf bekerja sama dengan PT Bank Mandiri dan PT Kolaborasi Ide Kreatif (Kolla Space).

" Coding Mum ini sejalan dengan visi kami untuk berkontribusi pada perkembangan wirausaha nasional. Ketika kamu dengar Bekraf punya program ini, kami tertarik untuk bekerja sama," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, yang juga turit hadir dalam acara tersebut.

Ada 12 batch (angkatan) yang ditargetkan dan tiap batch diikuti 10 hingga 20 TKW yang melewati proses seleksi. Empat batch di Singapura digelar pada bulan Januari, Maret, Juli, dan September 2017. Dua batch di Hongkong bakal berlangsung pada April dan Juli mendatang.

Satu batch di Madinah dan dua batch di Taiwan direncanakan pada Juli dan September 2017. Sementara itu, dua batch di Johor dan satu batch di Kuala Lumpur akan dimulai pada Agustus 2017 nanti.

Tiap batch akan mengikuti kurikulum yang dijabarkan menjadi delapan kali pertemuan. Setelah pelatihan selesai, para peserta diharapkan menguasai dasar-dasar Front End Design pada aplikasi web, memahami konsep arsitektur aplikasi web, dan mampu merancang halaman web.

Pelatihan ini dapat dikembangkan lebih lanjut ke penguasaan HTML dan JavaScript.

Baca: Kisah Anak Pinggiran Belajar dan Akhirnya Jadi Guru Coding

Coding Mum tetap dipertahankan

Meski merambah ke luar negeri, Coding Mum 2017 sejatinya tetap digelar untuk para ibu-ibu di Nusantara. Cakupannya bahlan lebih luas ketimbang tahun lalu, yakni dari tujuh kota menjadi 12 kota dan kabupaten.

Masing-masing di Jakarta, Tangerang, Yogyakarta, Tulung Agung, Jember, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Belitung, Pontianak, Jambi, Medan, dan Banda Aceh.

Salah satu peserta Coding Mum 2016, Diova, kini telah mengembangkan bisnis hijabnya melalui platform digital. Ia membuat sendiri situs Diova Collection.

"Dulu harus titip dagangan ke web-web tetangga. Sekarang sudah bisa bikin website sendiri jadi penjualan semakin oke," kata dia.

Pengembangan diri yang sama juga dialami Siti Aisyah, yakni alumni Coding Mum dari Surabaya. Ia bahkan berhasil menjadi juara kedua dalam kompetisi IWIC yang dihelat Indosat pada 2016.

Siti Aisyah masuk dalam kategori Woman Apps dan berhasil bersanding dengan para finalis IWIC lain dari Indonesia, Filipina, Myanmar, dan Jepang.

"Coding Mum harus diadakan terus, kalau bisa merata di seluruh Indonesia agar ibu-ibu bisa mempelajari web dan melek teknologi. Lebih baik lagi kalau bisa mendapat penghasilan dari program ini," kata Siti Aisyah yang merupakan ibu dua anak.

Baca: Pelajaran Coding Disarankan Sejak Sekolah Dasar

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReska K. Nistanto
Komentar
Close Ads X