Begini Cara Samsung Pastikan Galaxy S8 Tidak Meledak seperti Note 7 - Kompas.com

Begini Cara Samsung Pastikan Galaxy S8 Tidak Meledak seperti Note 7

Yoga Hastyadi Widiartanto
Kompas.com - 03/04/2017, 20:03 WIB
Oik Yusuf/KOMPAS.com Galaxy S8 dan S8+ diluncurkan Samsung di New York, Rabu (29/3/2017).

KOMPAS.com - Masalah ledakan dan terbakarnya baterai Galaxy Note 7 beberapa waktu silam membuat Samsung jadi lebih waspada. Saat mengembangkan baterai untuk Galaxy S8 dan S8+, raksasa elektronik Korea Selatan ini menerapkan serangkaian pengujian keamanan yang lebih ketat.

Pengujian baterai tersebut dilakukan di sebuah ruangan gedung manufaktur Samsung yang terletak di kota Gumi, Korea Selatan.

Total ada 8 poin pengujian baru yang diterapkan Samsung pada calon baterai Galaxy S8 dan S8+. Samsung menerapkannya dalam serangkaian proses yang berlangsung selama lima hari.

Dilansir KompasTekno dari Digital Trends, Senin (3/4/2017), pengujiannya antara lain meliputi uji ketahanan, pengisian dan pengosongan daya berulang kali, sinar x, pemindaian kandungan total volatile organic compound (TVOC), pemindaian voltase, tinjauan visual, hingga simulasi pemakaian dunia nyata.

Salah satu hal yang menarik adalah skema uji ketahanan baterai. Caranya, Samsung memanfaatkan sebuah bilik logam untuk mengaplikasikan tekanan pada baterai.

Tujuan pengujian tersebut untuk mengetahui bahwa baterai bekerja sesuai rancangan, yakni bisa menahan tekanan hingga 13 kilonewton.

Sebagai gambaran, 1 kilonewton setara dengan beban sekitar 102 kilogram. Artinya tekanan yang diberikan pada masing-masing baterai itu mencapai sekitar 1.326 kilogram.

Sedangkan tekanan yang lebih besar, misalnya 20 kilonewton atau setara 2.040 kilogram, akan membuat baterai mulai rusak, berasap, dan memercikkan api.

Baca: Inikah Penyebab Pasti dari Rawan Terbakarnya Galaxy Note 7?

Simulasi dunia nyata

Hal menarik lainnya adalah skema pengujian yang baru pertama kalinya diterapkan dalam proses pengembangan ini. Pengujian yang dimaksud adalah simulasi pemakaian dunia nyata.

Para peneliti di Samsung menyimpulkan bahwa rata-rata konsumen memakai smartphone untuk menjelajah internet selama 31 menit per hari, berkirim pesan instan 12 menit, dan menelepon selama 29 menit.

Pengujian berupa simulasi pemakaian pun dilakukan untuk membuktikan bahwa baterai sekaligus Galaxy S8 dan S8+ sudah memadai untuk kegiatan tersebut.

Rangkaian pengujian ini antara lain berupa pengisian dan pengosongan daya dalam baterai smartphone berulang kali selama seharian, meminta seorang penguji menjalankan 44 fungsi dasar smartphone, memakai software untuk menjalankan berbagai konten multimedia.

Berikutnya, smartphone juga direndam dalam air selama 24 jam. Selama perendaman ini, teknisi yang menguji juga mencoba memakai smartphone untuk menjelajah internet, mengirim e-mail atau pesan teks dan melakukan panggilan.

Belajar dari kesalahan

Belajar dari kesalahan lampau, Samsung juga menerapkan pengujian temperatur pada baterai Galaxy S8 dan S8+. Pengujian ini dilakukan dengan cara memanaskan baterai hingga 70 derajat celcius selama 7 jam.

Baterai kemudian diuji dengan cara menjatuhkannya ke permukaan baja sebanyak 24 kali dari berbagai sudut di ketinggian 1,5 meter. Semua pengujian tersebut dilakukan dengan tujuan agar tragedi meledaknya Galaxy Note 7 tak terulang di Galaxy S8 dan S8 Plus.

“Galaxy S8 telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu dan telah melalui pengujian keamanan terketat kami, yakni pengujian yang terdiri dari 8 poin itu,” ujar Vice President of Mobile R&D Samsung, Bookeun Oh.

Baca: Adu Kencang Galaxy S8 dan iPhone 7, Siapa Menang?


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisYoga Hastyadi Widiartanto
EditorReska K. Nistanto
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM