Ini Strategi Tri Menangkan Lelang Frekuensi 2.100 Mhz - Kompas.com

Ini Strategi Tri Menangkan Lelang Frekuensi 2.100 Mhz

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 12/04/2017, 17:41 WIB
KOMPAS.com/Fatimah Kartini (ki-ka) Head of VAS & Digital Services Tri, Sudheer Chawla; DGM Corporate Communication Tri, Arum K. Prasodjo; dan Head of Brand Communication Tri, Fahroni Arifin dalam acara di Jakarta, Rabu (12/4/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menjadwalkan pelelangan frekuensi 2.100 MHz dan 2.300 MHz pada semester pertama 2017. Para operator pun menyiapkan strategi untuk memenangkan tender agar bisa menambah kapasitas jaringan.

Salah satunya Hutchison Tri yang saat ini memiliki spektrum 10 MHz untuk layanan 3G di 2.100 MHz, dan 5 MHz untuk masing-masing layanan 2G dan 4G di 1.800 MHz. Mengingat eksisnya Tri di frekuensi 2.100 MHz, maka harapan mereka memang menambah spektrum di situ.

"Kami kejarnya di 2.100 MHz. Kalau dapat juga di 2.300 MHz itu bonuslah," kata Head of Brand Communication Tri Indonesia, Fahroni Arifin, usai media gathering di Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Adapun strategi yang dilakukan Tri adalah memenuhi kewajiban sebagai operator telekomunikasi yang mewadahi kebutuhan penggunanya, baik dari segi cakupan dan kualitas. Komitmen investasi Tri pun diklaim sesuai janji.

"Kami sudah investasi besar-besaran di 4G dengan menjangkau wilayah hingga kota dan kabupaten kecil. Pengguna aktif kami sekarang ada 58 jutaan dengan 70 hingga 80 persen adalah pengguna data," Fahroni menjelaskan.

"Kalau diminta membuktikan komitmen, kami rasa ini sudah lebih dari cukup," ia menambahkan.

Saat ini jaringan 4G Tri sudah mencakup 227 kota dan kabupaten di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Lombok. Sekitar 70 hingga 80 persen memanfaatkan data dan lebih dari 80 persen disesaki generasi muda berusia 15 hingga 34 tahun.

Yakin pemeritah akan adil

Menurut Fahroni, spektrum yang dimiliki Tri sekarang masih kuat menopang kualitas jaringan bagi pengguna. Namun, semakin lama kebutuhan data akan meningkat dan Tri butuh tambahan spektrum untuk mengakomodirnya.

"Program broadband pemerintah menurut kami sangat bagus dan sejalan dengan visi kami. Untuk itu, kami butuh spektrum. Kami adalah operator yang paling kecil spektrumnya saat ini. Kami yakin pemerintah akan adil," kata Fahroni.

Sekadar diketahui, saat ini frekuensi 2.100 MHz memiliki spektrum selebar 60 MHz. Pengisi frekuensi tersebut adalah Tri di blok 1 dan 2 (10 MHz), Telkomsel di blok 3, 4, dan 5 (15 MHz), Indosat Ooredoo di blok 6 dan 7 (10 MHz), dan XL Axiata di blok 8, 9, dan 10 (15 MHz).

Sedangkan yang akan dilelang adalah blok 11 dan 12 (masing-masing 5 MHz), yakni sisa frekuensi milik Axis yang telah dikembalikan kepada pemerintah.

Sementara itu, frekuensi 2.300 MHz saat ini memiliki sisa kosong sebanyak 30 MHz. Namun pada lelang yang akan dibuka tahun ini, pemerintah hanya menawarkan 15 MHz saja.

Baca: Operator Tri Matikan Jaringan 2G Tahun Ini

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorDeliusno
Komentar
Close Ads X