Game Solitaire Tercipta dari Kebosanan Anak Magang Microsoft - Kompas.com

Game Solitaire Tercipta dari Kebosanan Anak Magang Microsoft

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 16/04/2017, 10:51 WIB
The Verge Solitaire

KOMPAS.com - Game kartu Solitaire bisa dibilang sebagai salah satu penyelamat para karyawan kantoran yang sedang bosan dengan pekerjaan. Game yang dirilis oleh Microsoft sebagai layanan bundle untuk sistem operasi Windows 3.0 tahun 1990-an tersebut ternyata memang lahir dari rasa bosan.

Penciptanya bukanlah karyawan tetap Microsoft, melainkan anak magang kala itu yang bernama Wes Cherry. Ia bergabung sebagai karyawan magang di Microsoft pada tahun 1988 atau dua tahun sebelum Solitaire dirilis.

"Saya memiliki ide untuk membuat Solitaire di Windows ketika sedang bosan, sungguh," kata dia, sebagaimana dilaporkan TheVerge dan dihimpun KompasTekno, Minggu (16/4/2017).

Lebih lanjut, Cherry mengingat kala itu belum banyak game yang beredar untuk dekstop. Ia merasa tertantang membuat game yang bisa membuat para pengguna komputer terhibur.

Setelah menyelesaikan pengkodean untuk Solitaire, Cherry pamer ke atasannya. Respon yang diterima rupanya positif sehingga Solitaire kemudian sampai ke telinga sang bos besar, Bill Gates.

Cnet Pencipta Solitaire, Wes Cherry.
"Gates merestui game itu untuk Windows, meski ia mengeluh karena Solitaire terlalu susah untuk dimenangkan," Cherry menuturkan.

Pada dasarnya, Solitaire merupakan game sederhana yang berbentuk penyusunan kartu dengan mekanisme tarik dan taruh atau drag and drop. 

Sesuai dengan namanya, Solitaire adalah game kartu yang bisa dimainkan sendirian sehingga tak perlu mengajak rekan kantor lain untuk sejenak meninggalkan pekerjaan.

Microsoft memperkenalkan Solitaire sebagai game yang sekaligus mengajari penggunanya untuk menggunakan mouse. "Sebenarnya Solitaire hanyalah sebuah game untuk bersenang-senang," ujar Cherry.

Hingga kini, sekitar 17 tahun setelah Solitaire pertama kali dirilis, game itu masih tetap eksis di tengah masyarakat.

Anda barangkali berpikir Cherry kini sudah kaya raya karena royalti yang diterimanya dari Solitaire, tapi ternyata tidak juga."Saya tak dibayar sepeser pun," begitu nyatanya sebagaimana dikatakan Cherry.

Pria tersebut memang tak berharap apa-apa dari Solitaire, sebab ia pun menciptakan game tersebut dari buah keisengan. Saat ini Cherry sudah berhenti dari dunia teknologi. Ia memilih mengurus kebun apelnya sendiri.

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorOik Yusuf
SumberThe Verge,
Komentar
Close Ads X