Transformasi Zuckerberg, dari Bocah "Awkward" hingga Jadi Inspirasi - Kompas.com

Transformasi Zuckerberg, dari Bocah "Awkward" hingga Jadi Inspirasi

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 18/04/2017, 19:48 WIB
Oik Yusuf/KOMPAS.com Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menjadi salah satu pembicara di sesi keynote acara Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Selasa (23/2/2016).

KOMPAS.com - Sekitar tujuh tahun lalu, Mark Zuckerberg tampil dengan hoodie andalannya di sebuah konferensi teknologi tahun 2010. Ia diwawancarai seorang anchor bernama Lesley Stahl.

Kala itu, sang pendiri Facebook yang masih berusia 23 tahun menjadi sorotan, karena baru memunculkan jejaring sosial yang sontak fenomenal. Ia disebut-sebut sebagai penerus para punggawa Google, Larry Page dan Sergey Brin.

"Anda menjadi sosok di industri teknologi yang dibicarakan semua orang," kata Stahl kala itu.

Zuckerberg tak merespons apa-apa. Ia hanya melihat balik ke Stahl dengan ekspresi dan gestur tubuh yang kikuk alias awkward. Stahl pun heran dan melontarkan kalimat singkat, "Anda hanya menatap saya".

Zuckerberg muda merespons datar, "apakah itu sebuah pertanyaan?," tanya dia. Sebelum Zuckerberg naik ke atas panggung, Stahl memang diwanti-wanti terlebih dahulu tentang sosok anak muda yang drop out dari Harvard University itu.

"Kami diperingatkan bahwa Zuckerberg orangnya awkward dan enggan berbicara tentang dirinya," Stahl menjelaskan.

Bertransformasi

Kini, Zuckerberg yang sudah berumur 32 tahun, jauh dari kesan kikuk yang dulu menjadi ciri khasnya ketika awal muncul di media massa.

Reuters Mark Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan
Ia bertransformasi menjadi tokoh yang ramah, pintar berbicara di depan kamera dan di depan umum, serta aktif di kegiatan sosial bersama sang istri, Priscilla Chan.

Ia bahkan telah menjadi bapak untuk seorang anak perempuan dan janin yang masih bertengger di rahim Priscilla. Di sela-sela kegiatannya, Zuckerberg kerap mengunggah video-video keseharian dirinya bersama keluarga di laman Facebook personalnya.

Strategi ini mendekatkan dirinya dengan para pengguna Facebook di seluruh dunia. Tentunya Zuckerberg telah melewati proses panjang untuk sampai ke titik sekarang.

Ia merekrut penulis pidato dan mengganti hoodie-nya dengan kaos abu-abu minimalis yang mencerminkan karakter santai, sederhana, dan bersahabat.

"Salah satu hal yang saya sadari setelah bertahun-tahun, Zuckerberg telah meningkatkan kecerdasan emosionalnya alias emotional quotient (EQ)," kata jurnalis senior Kara Swisher, sebagaimana dilaporkan BuzzFeed dan dihimpun KompasTekno, Senin (17/4/2017).

"Dia dulu benar-benar awkward untuk berbicara dan dia tahu itu. Dia mau berusaha untuk berubah," Swisher menambahkan.

Baca: Cerita di Balik Pencitraan Mark Zuckerberg

Page:
PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReska K. Nistanto
SumberBuzzFeed,
Komentar
Close Ads X