Sempat Ditegur KPPU, Indosat Lanjutkan Tarif Telepon Rp 1 Per Detik - Kompas.com

Sempat Ditegur KPPU, Indosat Lanjutkan Tarif Telepon Rp 1 Per Detik

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 10/05/2017, 18:31 WIB
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Indosat resmi berubah nama menjadi Indosat Ooredoo sejak Kamis (19/11/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indosat Ooredoo masih terus menggelontorkan tarif telepon Rp 1 per detik. Dalam paket Freedom Combo 5.0 yang dirilis hari ini, Rabu (10/5/2017), tarif super murah itu dikatakan sebagai jawaban untuk kebutuhan masyarakat modern.

"Terlepas dari bonus kuota internet yang kami berikan, kami menyadari panggilan telepon masih dibutuhkan. Makanya kami tetap lanjutkan tarif Rp 1 per detik " kata CEO Indosat, Alexander Rusli saat ditemui di kantornya.

Padahal, tarif Rp 1 per detik itu sempat menuai kontroversi pada pertengahan 2016 lalu. Indosat disebut-sebut memicu perang tarif antar operator telekomunikasi, hingga akhirnya ditegur Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU).

Baca: KPPU Akan Selidiki Dua Kasus Terkait Indosat Versus Telkomsel

Nyatanya Indosat tak jera. Menurut Alex, hal ini karena strategi tarif telepon Rp 1 per detik itu belakangan dicontek operator "sebelah".

"Sekarang semuanya sudah terapkan tarif begitu. Kecuali kalau kami sendiri, kami juga pikir-pikir," kata dia.

Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.com Kiri-kanan: Division Head Core Services & Bundle Offering Indosat, Sharif Mahfoedz; CEO Indosat Alexander Rusli; Division Head Content Proposition Indosat, Reginald Ghazaly.
Alex pun membantah jika Indosat dikatakan "membakar duit" dengan penawaran tarif super murah untuk telepon dan internet. Ia berkilah timnya meluncurkan produk dengan disertai riset mendalam atas kebutuhan pengguna dan potensi bisnisnya.

"Kami lihat batas kebutuhan pengguna seperti apa. Di satu sisi kami murahkan tarif tertentu, tapi kan ada juga yang normal. Jadi semuanya seimbang," ia menjelaskan.

Diketahui, paket Freedom Combo 5.0 yang baru dirilis memungkinkan pengguna mengakses aplikasi sehari-hari semacam WhatsApp, Line, BBM, Path, Twitter, Facebook, Go-Jek, dan Grab, tanpa memakan kuota utama.

Meski demikian, mekanisme ini tak serta-merta tanpa batas alias unlimited. Indosat mematok kuota dengan jumlah tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

"Kami nggak ngerti lagi kalau ada yang melewati batas kuota itu karena sangat besar sekali," ia berucap.

Selain itu, paket telepon Rp 1 per detik masih ada, begitu juga kuota khusus untuk streaming iFlix dan Spotify.

Baca: Bisa Dengar Musik Spotify di Aplikasi Waze

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReska K. Nistanto
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM