Masih Pakai Windows XP? Bersiaplah untuk Kemungkinan Terburuk - Kompas.com

Masih Pakai Windows XP? Bersiaplah untuk Kemungkinan Terburuk

Oik Yusuf
Kompas.com - 16/05/2017, 08:05 WIB
Microsoft Logo booting Windows XP

KOMPAS.com - Wabah ransomware WannaCry melanda dunia. Dibekali dengan tool exploit hasil curian dari dinas intel NSA, program jahat ini menyerang komputer-komputer dengan menggempur kelemahan di OS Windows.

Salah satu cara menangkal WannaCry adalah dengan memasang patch Windows untuk menambal kelemahan dimaksud. Celaka buat para pengguna Windows XP, patch itu sejak awal tidak tersedia. OS lawas ini memang sudah tidak mendapat dukungan teknis lagi dari Microsoft sejak 2014.

Komputer-komputer yang masih menjalankan Windows XP pun bertumbangan di tangan WannaCry. Baru belakangan Microsoft merilis patch darurat untuk menambal celah keamanan di Windows XP, bersama dengan Windows Server 2003 dan Windows 8.

WannaCry seakan membuktikan sekali lagi bahwa Windows XP sangat rawan menjadi bulan-bulanan para pelaku kejahatan cyber, seperti dalam kasus ransomware yang menyandera data dan meminta tebusan ini.

Di Inggris, kabarnya 90 persen sistem di jaringan National Health Service (NHS) masih menggunakan Windows XP. NHS dan Inggris adalah salah satu yang paling parah terdampak oleh serangan WannaCry. Ransomware itu merangsek ke setidaknya 45 organisasi medis dalam jaringan NHS.

Baca: Panduan Lengkap Ransomware WannaCry yang Menggegerkan Dunia

Para hacker sudah mengincar Windows XP selama bertahun-tahun. Sebab, sistem operasi ini populer (banyak digunakan orang) dan tak punya pertahanan layaknya OS yang lebih baru.

Portal Wired menyebutkan bahwa para pengguna Windows XP mesti bersiap untuk “kemungkinan terburuk” dalam hal potensi terkena serangan cyber.

“Sebuah komputer yang menjalankn Windows XP ibarat kastel tanpa parit, pintunya terbuka lebar dan siap menyambut gerombolan penjarah dengan tangan terbuka,” tulis Wired, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Selasa (16/5/2017).

Kenapa Windows XP masih banyak dipakai?

Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisOik Yusuf
EditorDeliusno
SumberWired,
Komentar
Close Ads X