Google Buat "Artificial Intelligence" Lebih Merakyat - Kompas.com

Google Buat "Artificial Intelligence" Lebih Merakyat

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 18/05/2017, 05:38 WIB
Fatimah Kartini/Kompas.com CEO Google Sundar Pichai memberikan keynote utama pada ajang tahunan Google I/O di Googleplex, Mountain Views, AS, Rabu (17/5/2017).

MOUNTAIN VIEW, KOMPAS.com - Machine Learning (ML) dan Artificial Intelligence (AI) menjadi topik “seksi” di industri teknologi sejak beberapa tahun terakhir.

Perusahaan teknologi berbondong-bondong mengembangkannya dalam berbagai bentuk, sebut saja asisten digital, perabotan pintar, hingga robot-robot canggih yang membantu proses produksi manufaktur.

Mesin pencari Google sejatinya mulai menggembar-gemborkan soal machine learning pada “pesta” developer Google I/O 2016 lalu. Tahun ini, di ajang yang sama, Google membeberkan kembali keseriusan mereka memperdalam implementasi ML dan AI.

CEO Google Sundar Pichai mengatakan, dunia sudah beralih dari "mobile first" ke "AI first" mengikuti perkembangan teknologi yang semakin maju.

“Tahun lalu kami mengatakan visi untuk menjadi perusahaan AI-first. Kini kami membawa manfaat AI untuk semua orang,” kata Pichai, Rabu (17/5/2017), dalam Main Keynote Google I/O 2017 di Shoreline Amphitheatre, Mountain View, Amerika Serikat.

Artinya, AI yang dikembangkan Google dirancang lebih merakyat alias tak hanya berfungsi untuk developer saja, tetapi juga untuk korporasi dan pengguna umum.

Jika tahun lalu pembahasan soal AI mengerucut pada perkenalan Google Assistant, maka kini AI lebih merambah ke semua lini produk Google. Aplikasi Google, seperti Gmail, Google Photos, Google Home, dan lainnya dibuat lebih pintar berkat kecerdasan buatan AI.

Artificial Intelligence di perangkat rumah pintar Google Home membuatnya bisa melakukan panggilan via WiFi, mengirim pesan, dan memberikan notifikasi untuk penundaan penerbangan atau peringatan macet lalu lintas.

Berkat AI diperkuat machine learning, Gmail pun menjadi lebih pintar. Fitur “smart reply” yang sebelumnya ditujukan untuk aplikasi Allo kini diekspansi ke Gmail. Dengan begitu, saling balas-membalas e-mail bisa lebih efisien waktu, terutama untuk jawaban-jawaban template seperti “terima kasih”, “ok”, dan sebagainya.

AI juga menjadikan Google Photos semakin nyaman dipakai. Pengguna akan dimudahkan dengan kemampuan Google Photos mengumpulkan foto secara otomatis berdasarkan acara, seperti liburan atau perayaan ulang tahun.

Seperti dilaporkan langsung oleh jurnalis KompasTekno Fatimah Kartini, Google Assistant yang sudah lebih dulu kebagian kemampuan IA juga disuntik kemampuan baru.

Google Assistant nantinya tak hanya bertengger secara terpisah di smartphone dan Google Home. Fitur asisten digital Google Assistant ini mengolaborasikan berbagai perangkat sehingga bisa dibilang sebagai realisasi Internet of Things (IoT). Google Assistant bahkan hadir pula untuk iOS.

Hal-hal seru lainnya yang bakal diketahui selama tiga hari di ajang Google I/O menyangkut ekosistem Virtual Reality (VR) Google Daydream dan proyek Tango, sistem operasi anyar Android O dan Android Go, solusi untuk developer semacam Firebase dan Kotlin, serta peningkatan layanan-layanan seperti Photos.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReza Wahyudi
Komentar