Dua Tantangan VR di Industri PC - Kompas.com

Dua Tantangan VR di Industri PC

Ihsanuddin
Kompas.com - 31/05/2017, 18:10 WIB
KOMPAS.com/IHSANUDDIN Senior Consultant Client Product Group Dell Matt McGowan berfoto bersama Dell Inspiron 27 7000 dan Dell Inspiron 24 5000 di Taipei, Rabu (31/5/2017).

TAIPEI, KOMPAS.com - Pasar PC belakangan ini semakin lesu, tergerus oleh smartphone. Namun, Dell meyakini pasar PC akan kembali bergairah dengan hadirnya fitur virtual reality (VR).

Menurut Matt McGowan, Senior Consultant Client Product Group Dell, saat ini VR sendiri sebenarnya masih menghadapi tantangan di industri PC. Salah satunya datang dari segi harga yang masih cukup tinggi.

Selain PC yang harus memililiki spesifikasi tinggi (biasanya memiliki banderol tinggi), perangkat VR pun masih terhitung mahal. Sebagai contoh, HTC Vive dan Oculus Rift bisa dijual dengan harga antara Rp 7 juta hingga Rp 8 juta.

Tantangan kedua, lanjut McGowan, adalah dari ketersediaan berbagai konten. Saat ini, ia mengakui berbagai konten film, game dan lainya yang mendukung VR masih terbatas. Namun ia optimistis konten VR akan berkembang seiring berjalannya waktu.

Lebih lanjut, McGowan menuturkan VR sangatlah menarik. Pasalnya, pengguna seolah bisa masuk ke film, game, dan berbagai jenis multimedia lain yang tengah dimainkan.

"VR akan jadi bagian dari hidup kita. Dan kita ingin memastikan kita mempunyai device yang kapabel untuk memainkan VR," kata McGowan kepada jurnalis Kompas.com Ihsanuddin di Taipei, Rabu (31/5/2017).

Rilis PC yang kuat VR

Pada Computex tahun ini, Dell pun kembali merilis all-in-one PC yang sudah mendukung teknologi VR, yakni Inspiron 27 7000.

Dengan resolusi 4K, generasi teranyar prosesor multi-core AMD Ryzen, dan kartu grafis AMD Polaris RX 5000, PC ini dijanjikan mampu menghadirkan pengalaman VR yang mumpuni.

"Inspiron 7000 ini hanya salah satu contoh produk kita yang dapat mendukung VR," ucap McGowan.

Baca: Dell Rilis Duo PC All-in-One Berbezel Tipis

Mengenai smartphone premium yang saat ini juga sudah mendukung VR, McGowan menganggap hal tersebut bukan lah sebuah ancaman.

Ia meyakini, VR melalui PC akan jauh lebih diminati dibandingkan VR dengan menggunakan smartphone.

"Pengalamannya sangat berbeda antara smartphone VT dan PC VR. (PC) grafiknya jauh lebih baik, kualitasnya juga lebih, pengalaman seluruhnya akan lebih baik," ucapnya.

PenulisIhsanuddin
EditorDeliusno

Komentar
Close Ads X