Postingan Instagram Cerminkan Kesehatan Mental - Kompas.com

Postingan Instagram Cerminkan Kesehatan Mental

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 08/08/2017, 18:36 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Media sosial menjadi wadah berekspresi, mencurahkan isi hati, dan melontarkan opini. Sadar atau tidak, Anda meninggalkan petunjuk tentang kesehatan mental di media sosial melalui kata-kata, emoji, bahkan postingan foto yang Anda bagikan.

Firma penelitian EPJ Data Science menemukan bahwa postingan Instagram bisa memprediksi apakah seseorang mengalami depresi. Tak kurang dari 166 akun Instagram dilibatkan dalam penelitiannya.

Dari 43.950 total foto yang dihimpun, ada pola-pola yang tertangkap algoritma untuk memprediksi tingkat depresi seseorang. Menurut peneliti, algoritma bisa jadi lebih cerdas daripada dokter untuk memprediksi kondisi mental.

Lantas, seperti apa postingan Instagram dari orang yang berpotensi atau telah mengalami depresi?

Baca: Jakarta Jadi Kota Terpopuler di Instagram Stories

Menurut hasil penelitian, foto-foto Instagram dengan tone warna kebiru-biruan, gelap, dan cenderung abu-abu, menggambarkan kondisi pikiran dan energi negatif, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (8/8/2017) dari Mashable.

Jika Anda memiliki teman yang gemar membagi foto dengan tone warna demikian, sebaiknya sediakan lebih banyak waktu untuk menemaninya dan mengobrol dengannya.

Selain itu, orang yang cenderung depresi tak terlalu suka membubuhi foto-foto Instagram dengan filter yang ruwet. Jika pakai filter, jenis “Inkwell” di aplikasi Instagram akan jadi favorit mereka karena hanya berupa hitam-putih alias black and white.

Sementara itu, bagi yang kondisi mentalnya sehat, cenderung suka mematrikan filter yang membuat foto tampak lebih cerah atau bersinar. Jenis filter “Valencia” di aplikasi Instagram biasanya menjadi pilihan.

Terlepas dari sinyal-sinyal tersebut, tim peneliti memiliki catatan penting. Jenis postingan seseorang di Instagram memang bisa dijadikan indikator awal untuk mengidentifikasi kesehatan mental orang. Namun, diagnosa selanjutnya tetap harus melalui uji medis yang kompleks.

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReska K. Nistanto
Sumber Mashable
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM