BlackBerry Pelajari Syarat Buka Kantor di Indonesia - Kompas.com

BlackBerry Pelajari Syarat Buka Kantor di Indonesia

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 11/08/2017, 13:34 WIB
CEO BlackBerry John Chen berbicara di acara peluncuran perdana BlackBerry Z3 Jakarta Edition di Jakarta, 13 Mei 2014. Smartphone ini andalan baru BlackBerry yang sengaja dibikin untuk menyasar pasar negara berkembang seperti Indonesia, benteng terakhir buat produsen Kanada tersebut.AP PHOTO / ACHMAD IBRAHIM CEO BlackBerry John Chen berbicara di acara peluncuran perdana BlackBerry Z3 Jakarta Edition di Jakarta, 13 Mei 2014. Smartphone ini andalan baru BlackBerry yang sengaja dibikin untuk menyasar pasar negara berkembang seperti Indonesia, benteng terakhir buat produsen Kanada tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO BlackBerry, John Chen, serius ingin menggarap industri software keamanan yang menyasar pemerintahan dan sektor privat di Indonesia. John Chen telah bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, untuk membahas niatan bisnisnya itu.

Lantas, apakah keseriusannya ditandandai dengan mendirikan kantor perwakilan di Indonesia? John Chen belum serta-merta mengiyakan, namun juga tak mengelak kemungkinan tersebut.

“Untuk saat ini, kami masih mempelajari persyaratan untuk pasar enterprise di Indonesia,” kata John Chen, Kamis (10/8/2017), usai mengisi acara bertajuk “Inspirato”, di Jakarta.

Menurut John Chen, Indonesia kerap dinobatkan sebagai “negara konsumer” karena sangat banyak anak muda dan populasinya besar. Padahal, kata dia, pasar enterprise pun tumbuh sangat baik dengan potensi besar.

Baca: Kunjungi Kominfo dan Istana, Apa Hasil Diskusi CEO BlackBerry?

“Ada banyak perusahaan yang beralih ke model business-to-business (B2B). Misalnya saja operator telekomunikasi Indosat,” ia mencontohkan.

John Chen sesumbar saat ini tahap pendekatan yang dilakukan untuk menggarap pasar enterprise Indonesia adalah berdiskusi dengan pemerintah dan mencari mitra lokal untuk merilis bisnis software keamanan.

“Mencari mitra lokal adalah pilihan nomor satu. Jika tak berhasil dengan berbagai alasan, kami akan datang dengan orang-orang kami sendiri,” ia menuturkan.

John Chen mengatakan kunjungannya kali ini khusus untuk bersilaturahmi dengan pemerintah serta mitra lokal yang diberikan amanah memegang lisensi untuk produk smartphone dan layanan pesan singkatnya.

Agenda lainnya memang mencari mitra lokal untuk bisnis software keamanan. Namun, ia sadar proses itu tak bisa buru-buru. Perlu ada tahap yang panjang dan serius.

“Saya akan mengirim tim kami untuk kembali (ke Indonesia) dan mencari mitra lokal,” ujarnya.

BlackBerry telah melepas lisensi untuk produk ponsel merek “BlackBerry” dan layanan pesan singkat “BBM” ke beberapa perusahaan lokal di India, China, dan Indonesia, pada 2016 lalu.

Di Indonesia, lisensi produk smartphone dipegang BB Merah Putih dan lisensi BBM diserahkan ke grup EMTEK.

Baca: Ternyata CEO BlackBerry Gagap Pakai Android

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReska K. Nistanto
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM