Transformasi Smartphone Motorola Setelah Setahun di Indonesia Halaman 1 - Kompas.com

Transformasi Smartphone Motorola Setelah Setahun di Indonesia

Deliusno
Kompas.com - 17/09/2017, 19:26 WIB
(ki-ka) Adrie Suhadi, Country Lead Lenovo Mobile Business Group; Aymar de Lencquesaing, Chairman &President Motorola Mobility; dan Dillon Ye, Vice President Lenovo saat acara peluncuran Moto Z di Jakarta, Rabu (25/1/2017)Reska Nistanto/Kompas.com (ki-ka) Adrie Suhadi, Country Lead Lenovo Mobile Business Group; Aymar de Lencquesaing, Chairman &President Motorola Mobility; dan Dillon Ye, Vice President Lenovo saat acara peluncuran Moto Z di Jakarta, Rabu (25/1/2017)

KOMPAS.com - Satu tahun lalu, pada awal kehadiran kembali Motorola di pasar Indonesia, Lenovo membeberkan target pasar mereka di Tanah Air. Berbeda dengan smartphone dengan nama "Lenovo", produk Motorola akan banyak bermain di kelas middle dan high-end.

"Idealnya nanti Lenovo itu di segmen middle dan affordable, sementara Moto main di middle dan high-end," kata Adrie R. Suhadi, Country Lead Mobile Business Group Lenovo Indonesia, saat peluncuran Moto E Power di Jakarta, Oktober 2016.

Di Indonesia, seri ponsel besutan Motorola dipasarkan di bawah brand Lenovo ( Lenovo Moto), sesuai dengan status Motorola sebagai anak perusahaan Lenovo, setelah diakuisisi pada 2014 lalu. (Baca: Motorola Resmi Jadi Milik Lenovo)

Seperti diungkapkan oleh Adrie, Lenovo kemudian membedakan segmen pasar Moto dengan ponsel bikinannya sendiri, misalnya dari seri Vibe, agar kedua merek tak saling berbenturan di pasaran.

Salah satu strategi Motorola di Indonesia menyasar pasar smartphone flagship yang dikuasai oleh pemain lama, seperti Samsung dengan seri Galaxy S-nya dan Apple iPhone. (Baca: Menyoal Inovasi Smartphone Kelas Atas)

Produk jagoan Motorola yang diandalkan adalah Moto Z yang diluncurkan pada  Januari 2017 lengkap dengan sejumlah aksesori modularnya. (Baca: Lenovo Resmi Luncurkan Smartphone Modular Moto Z di Indonesia)

Ubah strategi

Kini, setelah Motorola hadir selama satu tahun di Indonesia, apakah Lenovo tetap menjalankan strategi yang pernah diungkapkan tersebut? Berdasar pengamatan KompasTekno, produk Motorola malah lebih banyak hadir di kelas segmen menengah dibandingkan kelas atas.

Sebagai contoh, Lenovo Moto memasarkan Moto M pada Maret 2017 lalu. Moto M merupakan ponsel Motorola ketiga yang dirilis setelah Moto E3 Power (entry level), Moto Z (high-end), dan Moto Z Play (menengah).

Moto M merupakan smartphone kelas menengah yang memiliki layar 5,5 inci Full-HD yang ditenagai prosesor octa-core 2,2 GHz dan RAM 4 GB. Setelah itu, Motorola masih melepas berbagai smartphone kelas menengah lain lagi, seperti Moto E4 dan Moto Z2 Play.

Moto E4 dibekali dengan layar 5 inci, chipset quad-core 1,3 GHz dan RAM 2 GB. Sementara itu, Moto Z2 Play merupakan kelas menengah dari Moto Z2.

Moto Z2 Play mengusung konsep modular, sama seperti Moto Z2. Hanya saja, perangkat kelas menengah itu dibekali spesifikasi yang lebih rendah, seperti prosesor Snapdragon 626 dan RAM 4 GB.

Model memeragakan kamera selfie Moto Z2 Play di acara peluncuran di Bangkok, Rabu (5/7/2017).Reza Wahyudi/KOMPAS.com Model memeragakan kamera selfie Moto Z2 Play di acara peluncuran di Bangkok, Rabu (5/7/2017).

Sementara itu, Moto Z2, produk dengan spesifikasi lebih tinggi dari Z2 Play, sudah dipastikan tidak akan masuk ke Indonesia. "Moto Z2 tidak saya masukkan ke Indonesia, saya pikir Moto Z2 Play sudah bagus untuk Indonesia," tegas Adrie.

Page:
PenulisDeliusno
EditorReska K. Nistanto
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM