Apple Jelaskan Cara Kerja Face ID iPhone X - Kompas.com

Apple Jelaskan Cara Kerja Face ID iPhone X

Oik Yusuf
Kompas.com - 30/09/2017, 08:06 WIB
 Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple, Phil Schiller, saat memeprkenalkan Face ID dalam peluncuran iPhone X di Amerika Serikat (12/9/2017).Apple Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple, Phil Schiller, saat memeprkenalkan Face ID dalam peluncuran iPhone X di Amerika Serikat (12/9/2017).

KOMPAS.com - Fitur pemindai sidik jari Touch ID yang setia menemani iPhone semenjak iPhone 5S hingga iPhone 8 dihilangkan di model flagship baru, iPhone X. Sebagai gantinya Apple menerapkan sekuriti biometrik baru, Face ID, yang berbasis pemidai wajah.

Face ID menimbulkan banyak pertanyaan, terutama menyangkut aspek keamanan dan kemudahannya dibanding pemidai sidik jari konvensional.

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, Apple pekan ini merilis sebuah white paper berisi penjelasan mengenai cara kerja Face ID.

Disebutkan bahwa Face ID memindai dengan kamera “TrueDepth” yang menggunakan 30.000 titik infra merah dan gambar infra merah 2D untuk memetakan wajah pengguna.

Baca: Spesifikasi Lengkap iPhone X Akhirnya Terungkap

Data ini kemudian dipakai membuat serangkaian gambar 2D dan depth map yang dibubuhi digital signature dan disimpan di dalam Secure Enclave secara lokal di ponsel sebagai basis pencocokan wajah.

Untuk mengatasi usaha mengecoh Face ID, Apple menerapkan sistem kedua yang khusus ditujukan untuk mengenali upaya spoofing.

“Tambahan neural network dirancang untuk mengetahui dan melawan percobaan untuk membuka ponsel Anda dengan foto atau topeng,” ujar Apple, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Guardian, Sabtu (30/9/2017).

Apple berani mengklaim bahwa sistem pertahanan anti-spoofing Face ID bakal tetap mengenai apakah yang di depannya sungguh wajah manusia atau hanya topeng.

Meski demikian, sistem pengenal Face ID disebutkan tetap mampu mengenali wajah pengguna asli biarpun memakai aksesori seperti topi, kacamata, atau menumbuhkan kumis atau jenggot.

Lemah terhadap anak dan orang kembar

Kepala pemasaran Apple Phil Schiller sempat bercanda soal “kembaran jahat” yang bisa membuka Face ID. Hal tersebut ternyata merupakan masalah serius karena Apple mengakui Face ID bisa kesulitan membedakan pengguna apabila memiliki kembaran yang mirip.

“Kemungkinan iPhone X bisa dibuka lewat Face ID oleh seseorang yang diambil secara acak dari populasi adalah sekitar 1:1.000.000 (berbanding 1:50.000 untuk Touch ID),” tulis Apple.

“Statistiknya berbeda untuk orang kembar atau saudara yang memiliki wajah mirip dengan Anda,” lanjut Apple.

Begitu juga dengan anak. Apple mengatakan bahwa Face ID bisa kesulitan mengenali wajah orang yang berumur di bawah 13 tahun lantaran “ciri-ciri khas wajahnya belum berkembang secara penuh”.

Memang, mungkin tak banyak orangtua bakal memberikan iPhone X yang berharga mulai belasan juta rupiah ke anaknya. Tapi bisa saja perangkat tersebut dipinjamkan ke sang anak. Dalam kasus ini, Face ID aganya tak bisa berbuat banyak.

Saat pengguna kesulitan memakai Face ID untuk membuka kunci perangkat, Apple menyediakan cara untuk mematikan fitur tersebut dengan menekan tombol di samping untuk mematikan ponsel. iPhone X kemudian akan meminta passcode.

Bagaimana dengan penggunaan Face ID untuk pembayaran lewat Apple Pay? iPhone X akan meminta konfirmasi berupa klik dua kali di tombol sleep, supaya pengguna tidak melakukan transaksi secara tidak sengaja begitu ponsel mengenali wajah.

Baca: Adu Kencang, iPhone X Libas Sejumlah Smartphone Kelas Atas

Masih banyak pertanyaan yang tersisa tentang Face ID. Misalnya saja, bagaimana cara iPhone X mengenali wajah pengguna dari macam-macam latar berlakang etnis. Jawabannya baru bisa diketahui secara pasti setelah iPhone X hadir di pasaran November mendatang.

Penjelasan selengkapnya dari Apple mengenai Face ID dapat dilihat di tautan berikut.

PenulisOik Yusuf
EditorDeliusno
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM